Kaba Terkini

Ribuan Ikan KJA Mati, Pembudidaya Diminta Tidak Buang Bangkai ke Danau Maninjau

Maninjau, kaba12.com — Setidaknya sudah ribuan ikan keramba jaring apung (KJA) milik pembudidaya di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mati akibat berkurangnya kadar oksigen dalam air.

Menanggapi hal itu, Camat Tanjung Raya Handria Asmi menghimbau kepada para pembudidaya atau petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke Danau Maninjau.

Menurut Handria, tingkat pencemaran Danau Maninjau saat ini terbilang cukup tinggi. Sehingga jika bangkai ikan tersebut dibuang ke danau, maka hal itu akan menambah beban pencemaran air danau.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh pembudidaya atau petani KJA yang mengalami kematian ikan agar tidak membuang bangkainya
ke Danau Maninjau, karena hal ini akan menimbulkan dampak negatif terutama pencemaran lingkungan,” ungkap Camat Tanjung Raya kepada kaba12.com, Rabu (03/2).

Kendati demikian, pihaknya memberikan solusi kepada para petani KJA supaya tidak membuang bangkai ikan ke danau, yaitu dengan cara menghimpun bangkai tersebut dan menguburkannya di darat atau di tepi danau.

“Ini harus dilakukan demi menjaga kelestarian Danau Maninjau agar tidak tercemar,” ujarnya.

Disamping itu, untuk mengantisipasi terjadinya ikan mati massal, para pembudidaya dihimbau untuk tidak menebar bibit ikan pada bulan-bulan tertentu. Pasalnya masyarakat Kecamatan Tanjung Raya pasti sudah mengetahui kapan terjadinya cuaca ekstrim dan angin kencang, yang dapat beresiko kematian ikan massal.

Disisi lain Camat menyebutkan, program Save Maninjau hingga kini masih terus berjalan. Akan tetapi, peran serta dan dukungan masyarakat Kecamatan Tanjung Raya juga dibutuhkan demi keselamatan dan kelestarian Danau Maninjau.

Sementara itu, data yang diperoleh Camat Tanjung Raya hingga Selasa (2/2) kemarin, total kematian ikan KJA jenis nila dan mas di Danau Maninjau sudah mencapai 9 ton.

Kematian ikan massal itu terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Tanjung Raya, seperti di Nagari Koto Malintang, Bayur, dan Maninjau.

Matinya ikan KJA itu dipicu karena angin kencang dan cuaca ekstrim yang melanda Kecamatan Tanjung Raya sejak sepekan terakhir. Akibatnya, sedimen sisa pakan ikan yang berada di bawah keramba diaduk-aduk oleh kencangnya arus air danau, sehingga hal ini membuat racun naik dan kadar oksigen di dalam danau menjadi berkurang.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });