Kaba Terkini

DPRD, Pemko, Suku Guci, Tanjuang, Pisang Cek Batas Tanah RSUD

Bukittinggi, KABA12.com — Setelah melakukan rapat bersama Kamis (28/01) kemarin, DPRD, Pemko Bukittinggi, BPN, warga Gulai Bancah dari Suku Guci, Tanjuang dan Pisang, melanjutkan pembahasan persoalan tanah RSUD Bukittinggi. Kelanjutan pembahasan ini, dilakukan dengan peninjaun lokasi, Jumat (29/01).

Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, Shabirin Rahmat, menjelaskan, pihaknya ingin memfasilitasi penyelsaian persoalan yang timbul antara Pemerintah Kota Bukittinggin dengan warga Gulai Bancah, Suku Guci, Suku Pisang dan Suku Tanjuang. Setelah rapat koordinasi, upaya penyelesaian dilakukan dengan peninjauan lapangan.

“Hari ini kita tinjau langsung ke lapangan. Kita terima keterangan dari warga, untuk menunjuk batas antara tanah pusido dan tanah Suku Guci, Suku Pisang dan Suku Tanjuang. Kemudian nanti kita cocok kan dengan dokumen dari Pemko Bukittinggi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Nur Hasra, menyampaikan, setelah ada surat pengajuan dari warga diterima, DPRD lakukan mediasi antara pemda dan warga yang melapor. Setelah mendengar ketetangan kedua belah pihak, DPRD juga meminta lakukan peninjauan lapangan.

“Sekarang kita lanjutkan dengan tunjuk batas. Kita tidak memancang, hanya menunjukkan batas, sebagai langkah untuk mencarikan solusi terbaik. Batas batas itu, tentunya harus dilengkapi dengan dokumen dokumen yang sah. Selanjutnya, kita akan cross check dengan pemko. Ini tidak bisa selesai sekarang, karena kita akan hearing lagi dengan Pemko,” ungkapnya.

Kuasa Hukum dari warga Gulai Bacah, Suku Guci, Pisang dan Tanjuang, Khairul Abbas, menyampaikan, terima kasih kepada DPRD yang telah memediasi terkait persoalan ini. Selanjutnya, tentu diharapkan ada penyelesaian terbaik.

“Kami tentu menunggu penyelesaian terbaik. Kita sangat mendukung pembangunan RSUD yang sangat megah ini. Tapi, karena ada tanah warga yang terpakai sesuai keterangan orang tua dan juga beberapa dokumen. Intinya, bagaimana kita mendapat solusi terbaik untuk masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setdako Bukittinggi, Isra Yonza, mengaku upaya dari masyarakat merupakan hal yang lumrah. Bagi pemko, pembangunan RSUD dilakukan di atas tanah dari hibah dari Kementrian Kimpraswil (saat ini PUPR) dan sudah bersertifikat.

“Pemerintah daerah tentu menghargai hak masyarakat. Upaya yang dilakukan masyarakat juga sangat dihargai. Namun, pemko pun melakukan sesuatu tentu berdasarkan dokumen sah hasil dari hibah yang bersertifikat. Kita tentunya juga tunggu rapat selanjutnya,” ujarnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });