Kaba Terkini

Guru SMKN Tanjung Raya Jalani Tes Swab, PBM Tatap Muka Kembali Ditunda

Tanjung Raya, kaba12.com — Sebanyak 115 guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Raya, Kabupaten Agam menjalani tes swab untuk mengantisipasi cluster baru terhadap penularan Covid-19, Selasa (26/1) lalu.

Meski demikian, hal itu berdampak pada proses pembelajaran tatap muka di sekolah yang kembali ditunda hingga beberapa hari kedepan.

Pantauan kaba12.com dilapangan, terlihat tidak ada aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di sekolah lantaran seluruh guru dan tenaga pendidik tengah menunggu hasil uji swab.

Kepala SMKN 1 Tanjung Raya, Permi, S.Pd menyebutkan, pengambilan sampel swab para guru itu dilaksanakan oleh petugas Puskesmas Pasar Ahad di Aula sekolah pada Selasa kemarin.

Dimana hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Sumatera Barat mewajibkan seluruh guru atau tenaga pendidik wajib mengikuti tes swab atau rapid tes antigen jika menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Iya, ini merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi terjadinya cluster baru di lingkungan sekolah agar pembelajaran tatap muka nantinya dapat berjalan dengan maksimal,” ujarnya saat dikonfirmasi kaba12.com, Kamis (28/1).

Ia menyebutkan, seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah di ambil sampelnya saat ini dirumahkan sambil menunggu hasil pemeriksaan swab. Oleh karena itu, proses pembelajaran tatap muka di sekolah ditunda sementara hingga hasil pemeriksaan sampel keluar.

“Kemungkinan Senin (1/2) pekan depan hasilnya keluar. Namun kita sangat berharap semua hasil yang keluar nanti negatif, agar PBM tatap bisa dilaksanakan kembali dengan ketentuan aturan protokol kesehatan ketat,” ujarnya.

Menurutnya, walaupun aktivitas di sekolah diliburkan sementara, akan tetapi proses belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui metode dalam jaringan (Daring).

Selain itu, PBM tatap muka dijadwalkan akan dimulai pada Selasa (2/2) pekan depan atau setelah hasil pemeriksaan sampel di laboratorium keluar.

“Mudah-mudahan hasil pemeriksaan sampel tidak ada yang positif, sehingga proses belajar mengajar tatap muka bisa digelar kembali,” ungkapnya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });