Kaba Terkini

Reptil Zone dan Sumatran Tiger Exhibit TMSBK Bukittinggi Diresmikan

Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi resmikan Zona Reptil dan Sumatran Tiger Exhibit di Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Rabu (13/01).

Dua zona baru ini, menjadi magnet tersendiri bagi pariwisata Kota Bukittinggi.

Kegiatan Soft Opening ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, yang disaksikan oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD unsur Forkopimda, Sekda Yuen Karnova, dan jajaran SKPD lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi, Supadria mengatakan, sejak disusunnya master plan TMSBK area kebun binatang pada 2018 lalu, maka pada 2019 dilaksanakan pembangunan kandang tahap I yang meliputi pekerjaan struktur pada zona burung dan zona reptil dengan anggaran Rp 9,1 milyar.

Selanjutnya pada 2020, dilaksanakan lanjutan pembangunan tahap I yang meliputi finishing dan utilities zona burung dan zona reptil, serta pembangunan zona karnivora berupa pembenahan kandang harimau dan pembuatan terowongan Harimau beserta prasarana lainnya dengan anggaran sebesar Rp 14,4 milyar.

Kepala Disparpora Bukittingi, Supadria, menjelaskan, untuk zona reptil, dibangun terhubung dengan kandang Aviary. Zona reptil terdiri dari bangunan Indoor dan Outdoor.

Pada bangunan Indoor terdapat 23 ruang dari kaca yang ditata sedemikian rupa sesuai dengan habitat satwa yang menempatinya.

Ruang kaca yang ada tersebut diisi 13 jenis ular dan 10 jenis hewan kadal, sedangkan untuk bangunan outdoor diisi oleh 9 ekor kura kura emys (Kaki Gajah) dan sepasang buaya muara, serta biawak salvator Sumatera.

Untuk kandang Harimau juga didesain dengan konsep yang modern, dimana bagian bawah di dinding kandang dilapisi kaca tebal dengan ketebalan 26 mm.

Hal ini bertujuan agar harimau lebih sejahtera, mendapat kenyamanan dalam perawatan, serta pengunjung dapat lebih berinteraksi secara lebih dekat.

“Jika sebelumnya pengunjung melihat Harimau Sumatera dari ketinggian dan dari jarak yang jauh, maka sekarang pengunjung bisa melihat Harimau dengan jarak dekat, karna hanya dibatasi kaca tebal. Untuk pengamanan pengunjung, kita siapkan keeper (penjaga) dan petugas security,” ujar Supadria.

Menurutnya, dengan dilakukannya revitalisasi area kebun binatang ini, maka total anggaran pembangunan kandang tahap I dan tahap II yang dilakukan adalah sebesar Rp 24,3 miliar, termasuk untuk penyusunan master plan area Kebun Binatang dan Benteng Fort De Kock.

“Untuk tahun anggaran 2021, baru tersedia dana sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan fasilitas dalam kandang satwa,” ungkap Supadria.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, revitalisasi TMSBK area kebun binatang ini adalah sebagai bukti dari keseriusan Pemko Bukittinggi dalam pembenahan pariwisata sebagai sektor andalan Kota Bukittinggi.

“Sejak soft opening kandang aviary TMSBK, tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi naik signifikan. Kita harapkan dengan diresmikannya zona reptil dan karnivora ini, tingkat kunjungan wisatawan bisa lebih meningkat lagi,” kata Ramlan.

Pembangunan kandang aviary, zona reptil dan zona karnivora ujar Ramlan, bertujuan untuk lebih memberikan suasana baru dan kenyamanan bagi satwa yang ada didalamnya. Disamping itu juga untuk menjadikan TMSBK Bukittinggi menuju pengelolaan TMSBK yang modern, sehingga pada akhirnya TMSBK Bukittinggi memiliki konsep konservasi, edukasi dan rekreasi.

“Sebagai kota tujuan pariwisata, pemerintah daerah tentu berfikir bagaimana tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi meningkat. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan tentu berdampak terhadap PAD dan geliat perekonomian. Oleh karena itu, berbagai terobosan dilakukan Pemko untuk pembenahan dan pengembangan objek wisata yang ada, termasuk TMBK ini,” ujar Ramlan.

Wako Ramlan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan kerja keras semua pihak selama lima tahun ini, dalam mewujudkan visi kota Bukittinggi sebagai kota ujuan pariwisata, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa berlandaskan nilai-nilai budaya dan agama sesuai dengan RPJMD 2016-2021.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top