Kaba Terkini

Alek Batagak Penghulu Nagari Koto Kaciak, 4 Niniak Mamak Suku Tanjuang Payobada Dikukuhkan

Koto Kaciak, kaba12.com — Sebanyak 4 orang penghulu niniak mamak atau pemangku adat kaum suku Tanjuang Payobada di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, resmi dikukuhkan, Sabtu (09/1).

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Kaciak, Angku Dt Marun Basa, dan ditandai dengan pemasangan deta serta pembacaan sumpah pelantikan.

Masing-masing 4 penghulu suku Tanjuang Payobada yang dikukuhkan adalah Yunasri St Erisman sebagai Dt Bandaro Sati, Afliwaneri S.Pd, MM sebagai Dt Pamuncak, Murni sebagai Katik Pamuncak, dan Ahmad Arlen sebagai Kali Bandaro.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri oleh Walinagari Koto Kaciak Syawaldi, tokoh masyarakat Agam Irwan Fikri, Anggota DPRD Agam Alhamdi Arif, Bamus, KAN, tokoh masyarakat Koto Kaciak, dan undangan lainnya.

Prosesi upacara adat malewakan gala penghulu suku Tanjuang Payobada ini diawali dengan pelepasan tembakan ‘badia balansa’, selanjutnya diarak dengan iring-iringan Tambua Tansa dari Kantor Walinagari Koto Kaciak ke rumah kediaman orangtua Yunasri St Erisman Dt Bandaro Sati di Kampuang Apa, Nagari Koto Kaciak.

Walinagari Koto Kaciak Syawaldi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada penghulu yang dikukuhkan.

Menurutnya, peran serta sebagai Angku Niniak Mamak sangat besar untuk membangun kemajuan Nagari Koto Kaciak kedepannya.

Ia menyebutkan, Nagari Koto Kaciak saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa dan dipimpin oleh niniak mamak. Dimana jumlah penghulu yang ada saat ini sebanyak 35 orang.

“Dengan alek pengukuhan gala peghulu ini, kami atas nama Pemerintah Nagari Koto Kaciak akan mendukung sepenuhnya segala program kerja yang dibuat untuk kemajuan Nagari khususnya di bidang adat, sosial, agama, budaya, pendidikan, ekonomi dan lainnya,” kata Syawaldi.

Tokoh masyarakat Kabupaten Agam, Irwan Fikri menambahkan, bahwasanya prosesi pengukuhan penghulu ini adalah sebuah acara yang mulia karena sangat berkaitan dengan syariat Islam dan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Menurut Irwan Fikri, tugas sebagai pemangku adat dan agama adalah beban berat yang akan dipikul nanti. Pasalnya, dalam prosesi pengukuhan, masing-masing penghulu suku itu akan diberi sumpah. Selain itu, sebagai seorang penghulu nantinya akan dilihat oleh masyarakat banyak bagaimana cara bersikap dan bertindak dalam bersosialisasi kemasyarakatan.

“Oleh karena itu kepada penghulu yang dikukuhkan diharapkan dapat mengemban tugas dan amanah sebaik-baiknya demi kemajuan Nagari Koto Kaciak,” ujar Irwan Fikri Calon Wakil Bupati Agam terpilih ini.

Sementara itu Ketua KAN Koto Kaciak, Angku Dt Marun Basa mengucapakan terimakasih kepada panitia yang telah melaksanakan alek pengangkatan penghulu suku Tanjuang Payobada. Pihaknya sebagai niniak mamak di Nagari, akan mendukung penuh segala upaya yang akan dikerjakan oleh para penghulu dengan rasa kebersamaan.

“Karena sesuai dengan pepatah Minangkabau, saciok bak ayam, sadanciang bak basi, ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, hati rajah samo dirajah, hati tungau samo dicacah,” ungkapnya.

Disisi lain Ketua panitia acara Ardedi Tanjung selaku Mamak Tunganai mengatakan, di Nagari Koto Kaciak ada berbagai suku Minangkabau yang dianut oleh masyarakat. Akan tetapi yang paling dominan adalah suku Tanjuang. Dimana suku ini dibagi menjadi beberapa bagian, seperti Tanjuang Payobada, Tanjuang Rajo Endah Nan Randah, dan Tanjuang Rajo Endah Nan Tinggi.

“Dengan demikian mayoritas masyarakat Nagari Koto Kaciak adalah menganut suku Tanjuang,” ujar Ketua Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) ini.

Dia menyebut, dalam penyelenggaraan pengangkatan gelar adat ini juga dilakukan pemotongan seekor sapi. Selain itu pihaknya juga mengundang masyarakat sebagai wujud ‘banagari’ serta menjalin silaturahmi antar sesama.

“Disamping itu, prosesi alek Nagari ini diharapkan dapat melestarikan dan menggelorakan budaya- tradisi Minangkabau, sehingga bisa menjadi percontohan bagi anak/kemenakan di masa yang akan datang,” sebutnya.

Ditambahkan Ardedi, niniak mamak yang dikukuhkan hari ini nantinya akan mempunyai program kerja dan akan dievaluasi kinerjanya setiap akhir tahun.

“Jadi, mereka ini tidak hanya sekedar dilantik saja. Tapi mempunyai program kerja yang akan berkoordinasi Pemerintah Nagari hingga Pusat, serta bersama aparat penegak hukum lainnya. Dengan demikian peran niniak mamak itu harus mempunyai fungsi yang baik demi kemajuan Nagari dimasa yang akan datang,” jelasnya

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });