Kaba Terkini

Tahun 2020, BKSDA Agam Catat 10 Konflik dan 6 Tindak Pidana Satwa

Lubukbasung, KABA12.com — Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra menyebut setidaknya ada 10 konflik antara manusia dengan satwa liar dan 6 tindak pidana yang melibatkan satwa dilindungi sepanjang tahun 2020.

‘’Dari 10 kejadian itu, mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu orang terluka akibat diserang Buaya Muara.

Selain itu, sebanyak tiga ekor kerbau, satu ekor sapi dan delapan ekor kambing dimangsa satwa liar berupa Harimau Sumatera, Macan Dahan dan Beruang Madu.’’ jelasnya, Sabtu (2/1).

Dikatakan, sepanjang tahun 2020 BKSDA Resor Agam bersama pihak terkait berhasil mengungkap 6 kasus tindak pidana yang melibatkan satwa dilindungi, berupa Burung Rangkong, Kukang, bagian tubuh berupa sisik Trenggiling, Burung Nuri serta Tiong Emas (Beo).

“Keenam kasus telah melalui proses pengadilan dan para pelaku telah menjalani hukuman,” ujarnya

Sementara, pada tahun 2020 tidak ditemukan kasus tindak pidana pembalakan liar di dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau.

Namun, sambung Ade, beberapa kali hasil patroli tim BKSDA hanya menemukan barang bukti berupa beberapa batang kayu olahan dan telah diamankan di kantor BKSDA Agam.

Untuk potensi keanekaragaman hayati, sepanjang tahun 2020 di wilayah kerja BKSDA Resor Agam mencatat penemuan 17 individu Bunga Rafflesia dan 4 tumbuhan Bunga Bangkai dalam kondisi mekar.

Selain itu, pihaknya juga mencatat keberadaan satwa langka dan dilindungi berupa Beruang Madu, Kijang, Kukang, Harimau Sumatra, Macan Dahan, Kucing Hutan, Binturung, Trenggiling, dan berbagai jenis burung seperti Rangkong dan Kuau.

Pihaknya juga mencatat penyerahan 14 ekor satwa dilindungi dari masyarakat berupa 7 ekor Baning Coklat, 4 Ekor Kucing Kuwuk (Kucing Hutan), 1 ekor Kukang, 1 ekor Binturung dan 1 ekor Burung Rangkong.

‘’Sementara untuk pendataan satwa sepanjang 2020, sebanyak 36 warga telah melaporkan dan melakukan pendataan satwa burung peliharaannya ke BKSDA Agam. Satwa burung itu didaftarkan ke BKSDA Agam secara kolektif dan perorangan,”terangnya.

(Virgo/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });