Kaba Pemko Bukittinggi

Pemko dan Dekranasda Bukittinggi Terus Tingkatkan Kualitas UMKM

Bukittinggi, KABA12.com — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bukittinggi, terus bergandengan tangan dengan Pemerintah Kota untuk memajukan UMKM dan IKM. Hal ini telah dilaksanakan sejak disusunnya visi misi Kota Bukittinggi.

Kepala PMPTSPPTK Bukittinggi, Isra Yonza, menjelaskan, Bukittinggi sebagai Kota Pariwisata, tentu tak lepas dari peran serta UMKM. Bahkan, secara nasional diakui bawah UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional. Sehingga, sejak disusunnya visi misi pemerintah daerah, pembinaan terhadap UMKM telah langsung dijalankan. Upaya itu dibantu penuh oleh Dekranasda yang memberikan rekomendasi kepada pemerintah terhadap kegiatan apa yang cocok untuk pemberdayaan UMKM dan IKM.

“Dekranasda ditempatkan pada UPTD kerajinan. Dekranasda lembaga nirlaba yang salah satu fungsinya untuk memberdayakan UMKM dan IKM. Apalagi saat pandemi covid-19 ini, pelaku usaha tetap kita perhatikan. Pemko telah lakukan pembinaan terhadap pengrajin. Kondisi yang ada saat ini di Bukittinggi terdapat 500 lebih UMKM 500 yang terdaftar dan 30 lebih IKM. Semuanya tentu kita perhatikan dan pembindaan serta pelatihan secara bertahap,” jelas Isra Yonza, saat ditemui KABA12.com, di Balaikota Bukittinggi, Rabu (02/12).

Ditambahkan, saat ini pemko juga terus mempromosikan produk UMKM dan IKM baik secara regional, nasional dan internasional. Selain berikan pembinaan, pemko dan Dekranasda Bukittinggi juga memberikan informasi kepada generasi muda untuk dapat terjun di bidang usaha kreatif dan tidak terpaku pada kerja kantoran untuk masa depannya.

“Kita berharap generasi muda juga mencintai ini bukan hanya para generasi lanjut, persepsi ini yang harus dihilangkan. Sehingga mereka juga bisa jadi pengusaha suskes di bidang industri kreatif di masa yang akan datang. Pembinaan dan pelatihan yang diberikan serta dorongan untuk generasi muda yang telah dilakukan inilah, menjadi bukti, bahwa pemko tidak hanya konsen melakukan pembangunan fisik, tapi juga pembangunan non fisik seperti pengembangan UMKM dan IKM sehingga mereka tidak jadi penonton di rumah sendiri,” ungkap Isra.

Untuk perindustrian sendiri anggarannya pun dinaikkan di APBD 2021. Sehingga akan banyak bantuan dan kegiatan yang dapat diberikan pada pelaku UMKM dan IKM. Perhatian juga tidak hanya dari segi dana saja, tapi juga manajemen dari pelaku UMKM dan IKM.

“Contohnya, bagaimana pengurusan sertifikasi halal dan packaging yang baik dan menarik. Ini yang terus kita upayakan bersama, karena keberhasilan pemerintah tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Kadis P3APPKB Bukittinggi, Tati Yasmarni, selaku Sekretaris Dekranasda Bukittinggi, menyampaikan, dalam beraktifitas, dekranasda menjadi mitra kerja pemerintah kota. Keberadaan dekranasda merupakan lembaga yang dibentuk bersifat fungsional, yang diketuai istri kepala daerah.

“Sebagai mitra, dekranasda memberikan rekomendasi pemikiran kepada dinas terkait, untuk beberapa hal. Kami lihat potensi apa yang dapat dilakukan pemko untuk menciptakan wirausaha baru. Kedua, memperkuat dan mengembangkan usaha yang sudah ada,” jelasnya.

Contohnya, bordir kerancang, Pemko dan dekranada mencoba menumbuhkembangkan industri ini. Tahun 2020 ini atas rekomendasi dekranasda, seragam ASN Bukittinggi akan menggunakan bordir kerancang atau sulaman yang diproduksi oleh IKM atau UMKM di Bukittinggi.

“Kita akan terus menggelaitkan ekonomi masyarakat saat pandemi. Kita juga lakukan pengembangan usaha perorangan. Selain itu, kita juga kembangkan usaha Batik Bukittinggi. Peringatan HUT Dekranasda ke 40 pada 15 Desember mendatang, Batiak Bukittinggi akan kembali ditampilkan dengan berbagai desain menarik. Dalam kegiatan itu juga akan diampilkan berbagai hasil usaha dan kerajinan dari UMKM dan IKM Kota Bukittinggi,” ungkap Tati.

Eni, salah seorang pelaku IKM Bukittinggi, mengaku, Pemko sudah sangat perhatian kepada UMKM dan IKM yang ada di Bukittinggi . Mulai dari pelatihan dan pembinaan, study komperatif hingga support untuk ikuti pameran di luar negeri.

Perhatian itu juga diakui Emalinda, salah seorang pelaku IKM sekaligus desainer ternama, serta kelompok UPPKS di Kota Bukittinggi.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });