Kaba Pemko Bukittinggi

Tingkatkan IPTEK Untuk Dukung Pembelajaran Ditengah Pandemi

Bukittinggi, KABA12.com — Setelah merebaknya covid-19 di Kota Bukittinggi, Pemko segera mengambil kebijakan untuk “merumahkan” para pelajar atau memindahkan proses belajar mengajar dari rumah. Secara positif, tentu hal ini menjadi sebuah langkah untuk lebih meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi (IPTEK) sebagai acuan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam metode pembelajaran dari rumah.

Saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan. Salah satunya dengan minimal sedikit menguasi beberapa aplikasi yang ada dalam smartphone, sebagai alat komunikasi yang dalam masa pandemi ini juga bermanfaat untuk media pembelajaran
Hal ini diakui, Andrea Reza, salah seorang guru TK Aisyiah I Bukittinggi. Ia menjelaskan, pandemi covid-19, menjadi tantangan untuk bagaimana tetap memberikan arahan dan pelajaran kepada anak, sehingga pendidikan dasar dapat diterima dengan baik oleh pelajar.

“Harus diakui, untuk menghindari dari efek negatif perkembangan teknologi, anak-anak harus diminimalisir dari gadget. Namun karena pandemi, proses belajar terpaksa menggunakan sarana smartphone. Ini jadi tantangan sekaligus pembelajaran bagi kami guru dan orang tua murid,” ungkapnya.

Sinergi antara guru dan orang tua murid, lanjut Zaza, panggilan akrab Andrea Reza, sangat penting dalam pandemi ini. Sehingga penggunaan smartphone oleh anak, harus disaring dan diawasi agar tidak salah arah.

Guru harus berusaha sangat keras untuk mencari solusi bagaimana agar pembelajaran dan materi bisa tersampaikan dengan baik. Karena kegiatan sebelum dan saat pandemi itu sangat berbeda. Untuk itu diperlukan kreatifitas guru dalam penyampaian materi kegiatan.

“Hal ini kami siasati dengan beberapa cara. Uji coba melalui video call WA. Kegiatan ini menjapri beberapa anak. kegiatan ini dirasa kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menjapri anak-anak dan suara merekapun belum bisa dikendalikan. Kemudian kami lakukan pembuatan video pembelajaran. Kegiatan ini membutuhkan kemampuan guru dalam penguasaan TIK dimana sebelum pandemi kami sama sekali tidak pernah menggunakannya. Untuk itu, kami belajar bagaimana membuat video pembelajaran yang menarik yang mampu menyampaikan pesan dari materi kepada anak walaupun di saat pandemi,” ujar Zaza saat dihubungi KABA12.com, Jumat (27/11).

Selanjutnya, para guru TK Aisyiah sesuai arahan Kepala Sekolah, melakukan pertemuan via zoom. Kegiatan ini sangat menarik bagi anak karena saat BDR (belajar dari rumah), anak-anak rindu dengan guru dan temannya. Pada aplikasi zoom, guru bisa menyapa anak satu persatu, bercerita dan melakukan percobaan sederhana yang bisa diikuti oleh anak secara langsung.

“Namun hambatannya ada beberapa orang tua yang tidak memiliki aplikasi zoom sehingga hanya bisa mengikuti dari rekaman zoom yang diberikan. kendala lainnya yaitu signal yang kurang bersahabat sehingga terkadang video yang terlihat putus-putus,” ujarnya.

Kemudian, juga dilakukan kegiatan melalui game online. pengenalan huruf yang diberikan melalui game online yang dirancang oleh guru. anak sangat menyukai kegiatan ini. Terakhir, kegiatan melalui google classroom.
Pada umumnya, sekolah di Indonesia menerapkan hal tersebut. Tergantung dengan tingkatan sekolah dan materi pembelajaran sesuai kurikulum yang digunakan. Terrmasuk untuk perguruan tinggi sendiri.

Deswita Supriyatni MPd, seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Perempuan peraih medali perak PON 2004 cabang olahraga Dayung ini tidak pernah membayangkan bahwa suatu ketika dia harus memberikan materi perkuliahan sepenuhnya secara daring kepada para mahasiswanya.

“Materi pembelajaran yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktek. Sekarang mau tidak mau harus melalui teknologi media tatap muka virtual,” ujar Deswita dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Mendukung Para Pendidik Tetap Berkarya’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (25/11) lalu.

Deswita sadar betul jika kini dia bersandar sepenuhnya pada teknologi. Karena itu, dosen yang mengajar di STKIP Pasundan ini mengemas materi perkuliahannya dalam teknologi penyampai pesan suara dan video, sehingga para mahasiswanya tetap dapat mengikuti materi dari mata kuliah yang sedang diajarkan, jika terjadi gangguan jaringan internet.

“Saya berusaha kreatif dalam mengemas dan menyampaikan materi agar para mahasiswa tetap dapat menyimak maksimal walaupun mereka mengalami gangguan koneksi internet. Karena banyak mahasiswa yang ada di daerah umumnya mengalami hambatan pada jaringan internet,” katanya.

Begitulah, para guru tak boleh kehilangan ide, meski situasi pandemi berdampak pada proses belajar mengajar. Mereka harus bersiasat dengan situasi saat ini.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });