Kaba Terkini

4 Tahun Nagari Madani, Terapan ABS-SBK Kian Kuat Dalam Masyarakat Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Dalam 4 tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Agam semakin maksimal dalam menerapkan Gerakan Nagari Madani.

Sejak dicanangkan, kehidupan sosial masyarakat makin kuat merujuk pada nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, Teddy Martha, S.STP menegaskan, untuk mewujudkan visi Agam Mandiri dan Berprestasi Yang Madani, sejak tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Agam melahirkan kebijakan berupa Gerakan Nagari Madani.

Gerakan ini, ulas Teddy Martha, untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ke-Islaman dan nilai ABS-SBK dalam menciptakan karakter masyarakat madani yang berpedoman kepada Perbub Nomor 74 tahun 2016.

Ditambahkan, sejak tahun 2017, Gerakan Nagari Madani menunjukan keberhasilan yang sangat baik, disamping peningkatan signifikan level nagari madani setiap tahunnya, kehidupan keagamaan di tengah masyarakat juga semakin semarak.

“Keberhasilan pelaksanaan gerakan ini, tidak lepas dari komitmen kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta ditunjang usaha bersama sejumlah OPD, Pemerintah Kecamatan hingga ke tingkat nagari,” jelasnya seperti dikutip AMCNews.com.

Hasil evaluasi dan assement pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, Teddy Martha menyebut, terjadi peningkatan yang signifikan implementasi 43 indikator Nagari Madani yang tertuang pada Perbub Nomor 74 tahun 2016.

Adapun sejumlah indikator utama gerakan Nagari Madani terdiri dari 7 kriteria, yakni optimalisasi pendidikan informal terutama Al-quran, peningkatan peranan masjid dan surau sebagai sentra kehidupan masyarakat.

Selanjutnya, pelaksanaan perlindungan atas kampung dan masyarakat nagari, peningkatan rasa kepedulian sosial ukhuwah islamiyah, kekeluargaan dan gotong- royong, penerapan adat, seni budaya dan olah raga yang sesuai dengan nilai ABS-SBK.

Selain itu, ulas Teddy Martha, peningkatan peran serta lembaga dan organisasi masyarakat serta peningkatan kesalehan individu dan sosial.

“Seluruh kreteria itu mempunyai poin masing- masing, yang diakumulasikan untuk menentukan suatu nagari sudah berhasil menggerakan nagari madani atau belum,” jelasnya.

Disebutkan, diawal penerapannya, pemerintah memonitoring pelaksanaan Gerakan Nagari Madani dengan memasukan 82 nagari ke dalam lima level.

Disebutkan, level-level tersebut diberi skor, meliputi skor 0-85 untuk level I, 86-110 untuk level II, 111-130 untuk level III, 131-170 untuk level IV dan 171-215 untuk level V.

Pada tahun 2017, sebanyak 38 nagari berada di level I, 28 nagari di level II dan 16 di level III. Sementara belum ada nagari yang berhasil berada di level IV dan V.

Kemudian tahun 2018 hasil assesment menujukan peningkatan yang signifikan dimana sebanyak 13 nagari mencapai level IV dan 1 nagari di level V.

Tahun 2019 meningkat lagi, sehingga 37 nagari berada di level IV dan 8 nagari berada di level V.

Setiap tahun, ulasnya dirangkum sejumlah kekurangan dan kelemahan yang belum dipenuhi suatu nagari, sehingga, dibawah koordinator camat, nagari akan berupaya meningkatkan pencapaian level yang lebih baik.

“Pencapaian level ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah bersama stakeholder serta peran ulama, ninik mamak, dan tokoh masyarakat,” ujar Teddy Martha.

Disebutkan, secara garis besar, sejak 2017 penerapan 7 kriteria yang ditentukan memang masih memiliki kekurangan di 82 nagari, namun, tahun 2019 kekurangan itu sudah semakin membaik.

Dicontohkan, perbaikan pada kriteria optimalisasi pendidikan informal terutama Al-quran, terjadi penurunan buta baca tulis Al-quran dari tahun 2016 sebanyak 752 orang menjadi 458 orang pada 2019 atau berkurang sebesar 39 persen.

Selama pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, disimpulkan terjadi peningkatan signifikan penerapan nilai ABS-SBK di kehidupan sosial masyarakat.

” Hal itu terjadi karena adanya sokongan anggaran nagari terutama pada kriteria yang masih mengalami kelemahan,” ulasnya.

Kepala DPMN Agam itu berharap, Gerakan Nagari Madani terus berlanjut dan lebih ditingkatkan, termasuk semua pihak dapat menjaga komitmen dalam melanjutkan perwujudan Gerakan Nagari Madani.

“Meski sudah berjalan baik, bukan berarti kegiatan ini selesai. Gerakan Nagari Madani tidak pernah selesai karena ukuran atau standar yang akan dicapai juga terus meningkat,” tegas Teddy Martha lagi.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });