Bukittinggi

Dua Pemakai Narkoba Diringkus Tim Opsnal Resnarkoba Polres Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Dua pelaku penyalahgunaan narkoba kembali diamankan Sat Res Narkoba Polres Bukittinggi, Jumat (16/10) malam dan Sabtu (17/10) dinihari.

Seorang laki-laki berinisial H (31), warga Guguak Bulek diamankan pertama kali oleh petugas pada Jumat malam sekira pukul 22.00 Wib.

Terduga pelaku diamankan di kawasan Jl. H. Miskin Surau Gadang, berdasarkan hasil lidik Tim Opsnal Polres Bukittinggi di lapangan.

Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Aleyxi Aubedillah membenarkan bahwa jajaran opsnalnya berhasil mengamankan seorang laki-laki pelaku penyalahgunaan narkoba jenis ganja, hal itu merupakan hasil penyelidikan tim opsnal dilapangan terkait penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

“Ketika diamankan dan dilakukan penggeledahan badan ditemukan didalam saku jaket sebelah kiri 1 (satu) paket kecil narkoba jenis Ganja dan selanjutnya pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mako untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”terang Kasat.

Terhadap pelaku sebutnya diterapkan pasal 114 jo 111 UU No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan lima tahun penjar.

Tidak sampai disitu, Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Bukittinggi kembali mengamankan seorang laki-laki yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis Sabu, Sabtu dini hari.

Berawal dari informasi yang didapatkan tim Opsnal Resnarkoba, dan dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Aleyxi Aubedillah, petugas opsnal berhasil mengamankan pelaku N (31) warga Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu di rumah kediamannya.

Kasat menjelaskan, dari hasil penggeledahan di rumah pelaku yang disaksikan oleh saksi, tim Opsnal berhasil menyita barang bukti berupa 11 (sebelas) paket kecil narkotika diduga jenis sabu yang terbungkus plastik klip warna bening , 1 (satu) paket sedang diduga sabu , 1 (satu) hand bag , 1 (satu) timbangan digital , 1(satu) pak plastik klip, 1 (satu) bh hp lipat.

Terduga pelaku N (31) bersama barang bukti di bawa ke Mako Polres Bukittinggi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terhadap pelaku kita terapkan pasal 114 jo 112 undang-undang No. 35 tahun 2009,” jelas Aleyxi Aubedillah.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top