Kaba DPRD Bukittinggi

Asril dan Abdul Rahman : Visi Misi Calon Kepala Daerah Harus Mampu Perhatikan Harapan Warga

Bukittinggi, KABA12.com — Pilkada serentak 2020 tinggal 2 bulan lagi. Hawa dari hangatnya perpolitikan makin terasa, dimana masing masing pasangan calon bersama tim, tengah disibukkan dengan masa kampanye yang dalam masa pandemi ini, memang dibatasi.

Anggota DRPD Bukittinggi, Asril bersama Abdul Rahman, mengaku pilkada kali ini sangat menarik. Pada kondisi saat ini, mulai bermunculan ide dari masyarakat terkait pertumbuhan perekonomian Kota Bukittinggi.
“Para calon mendapat tantangan untuk mencarikan solusi dari harapan masyarakat itu. Ada beberapa hal yang menjadi harapan warga, berkaitan dengan dinamika yang terjadi pada masyarakat usaha, termasuk di Kota Bukittinggi,” ujar Asril diamini Abdul Rahman.

Asril melanjutkan, diantara harapan warga itu, pertama, kualitas produk yang kompetitif, kedua, maraknya perkembangan marketplace sehingga sangat mempengaruhi omset pedagang grosir maupun eceran.
“Sama kita ketahui, saat ini produk yang dapat dikonsumsi masyarakat memiliki kualitas tinggi, efisien, efektif dan minimalis. Untuk kualitas produk seperti itu, hampir tidak mampu produsen yang ada di Bukittinggi menyaingi produk yang diciptakan di kota besar, apalagi negara maju, seperti China,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, menjadi tantangan bagi calon kepela daerah Bukittinggi, bagaimana mendefinisikan harapan masyarakat itu, serta memastikan tertuang dalam visi misi calon kepala daerah.

Kedua, marketplace, perkembangan marketplace saat ini sangat luar biasa. Dimana, masyarakat, khususnya kaum milineal, sudah tidak tertarik lagi berbelanja ke toko atau outlet, karena mereka sudah dimanjakan oleh sistem marketplace yang sangat efisien dan menawarkan barang dengan kualitas tinggi serta harga kompetitif.

Perkembangan marketplace ini, juga menjadi harapan bagi masyarakat, baik dalam posisi produsen atau pedagang, maupun konsumen. Oleh sebab itu, satu lagi harapan masyarakat yang haeus didefinisikan oleh calon kepala daerah dan dipastikan dalam visi misi. Karena Bukittinggi sebagai kota perdagangan tidak akan mampu eksis dan bertahan dengan icon kota perdagangan, jika tidak mampu bertransformasi dari sistem perdagangan konvensional menjadi sistem perdagangan modern.
“Apabila harapan ini tidak mampu diakomodir dalam visi msisi kepala daedah, maka akan berpeluang kalah dalam kompetisi pilkada 2020 ini. Untuk itu mari kita lihat bagaimana para calon kepala daerah menanggapi harapan ini,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top