Kaba Terkini

Masuk Zona Merah Agam Terapkan Langkah Strategis, M.Dt.Maruhun : Kunci Ditangan Masyarakat

Lubukbasung, kaba12.com — Setelah dinyatakan masuk sebagai daerah zona merah, pemerintah kabupaten Agam bersama tim gugus percepatan penanganan covid-19 (GTP2 Covid-19) Agam, harus bekerja ekstra untuk segera mengeluarkan posisi daerah dari zona berbahaya tersebut.

Berbagai langkah strategis dilakukan pemerintah bersama GTP2 Covid-19 Agam, termasuk mempersiapkan regulasi pendukung Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Sumbar.

Namun, peran penting dan kunci utama percepatan penanganan virus corona itu, sepenuhnya berada ditangan masyarakat, pasalnya, tanpa ketaatan dan disiplin warga dalam menjalankan protokol kesehatan, baik memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan, apapun bentuk upaya yang dilakukan pemerintah takkan membuahkan hasil optimal.

Menurut M.Dt.Maruhun, Ketua Harian GTP2 Covid-19 Agam, status zona merah Kabupaten Agam berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Propinsi Sumatera Barat tanggal 20 September 2020 kemarin, bersama Kota Padang, menyusul lonjakan kasus dan beberapa kreteria lain yang membuat daerah ini turun peringkat ke zona berbahaya.

Menyikapi kondisi tersebut, bupati Agam Dr.H.Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah, Minggu tadi malam bersama jajaran GTP2 Covid-19 Agam, melibatkan seluruh camat dan kepala puskesmas menggelar rapat darurat untuk mencari langkah-langkah penanganan strategis.

Dari pertemuan darurat tersebut, ulas M.Dt.Maruhun, ada beberapa cepat yang harus dilakukan terutama yang berkaitan dengan upaya mendorong ketaatan warga dalam menjalankan protokol kesehatan, program pool swab serta mendorong optimalnya peningkatan angka sembuh warga yang terpapar.

Bahkan secara khusus Bupati Indra Catri mengintruksikan, seluruh anggota GTP2 Covid-19 bersama seluruh OPD Pemkab.Agam sampai ke tingkat kecamatan dan nagari, mengambil langkah strategis dan terukur, agar bisa segera keluar dari zona merah.

Diakui M.Dt.Maruhun, dalam satu bulan terakhir terjadi lonjakan yang sangat tajam kasus terkonfirmasi positif covid-19 di kabupaten Agam, sebanyak 386 orang, sembuh 129 orang dan meninggal 6 orang, yang terjadi di 4 klaster besar.

Dijelaskan, 4 klaster penyebaran covid-19 di Kabupaten Agam, masing-masing klaster pesta pernikahan (baralek), yang tersebar di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Ampek Angkek, IV Koto, Tilatang Kamang dan Palembayan.

Kemudian, klaster luar daerah meliputi aktivitas masyarakat terkonfirmasi covid-19, baik dari luar Kabupaten Agam maupun dari luar Kabupaten Agam itu sendiri. “Klaster ini umumnya perantau yang pulang kampung, serta warga Agam yang berkegiatan di daerah tetangga, yang sebagian besar berada di Kecamatan Banhampu, IV Koto, Ampek Angkek, Tilatang Kamang dan Candung,” jelasnya.

Selanjutnya klaster kelompok pengajian dan Pondok Pesantren, yang banyak terjadi di Kecamatan Matur dan Banuhampu. Terakhir, klaster baru penyebaran covid-19 di kabupaten Agam, klaster tahapan Pilkada Agam.

Nakes Terpapar Covid-19

Selain dari 4 kluster utama di atas, ulas M.Dt.Maruhun, juga terdapat sejumlah tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun di RSUD Lubukbasung yang terpapar covid-19, disamping kontak erat dengan beberapa orang tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya di beberapa rumah sakit di daerah tetangga, juga akibat tidak jujurnya beberapa pasien yang datang ke RSUD atapun puskesmas menyampaikan riwayatnya kepada petugas.

Menyikapi kondisi itu, Pemkab.Agam melalui GTP2 Covid-19 Agam, melakukan evaluasi dari beberapa kebijakan berdasarkan Peraturan Bupati nomor 73 tahun 2020 tentang Tatanan Baru Covid-19, yang disesuaikan dengan Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Tentang Adaptasi Kebiaan Baru (AKB) dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19.
Bupati Agam mengeluarkan Imbauan Bupati Agam nomor 480/59/Pro.KP-Ag/2020 Tentang Penerapan himbauan Gubernur dan Maklumat MUI Kabupaten Agam dan Instruksi Bupati Agam nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pesta perkawinan dan Kegiatan Hiburan atau Panggung Terbuka Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Agam.

Namun, ditegaskan M.Dt.Maruhn, pencegahan dan penanganan covid-19 justru sangat ditentukan oleh masyarakat, karena kesadaran dan ketaatan warga dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci penting dalam memutus rantai penyebaran virus corona itu.

“Kita akan melaksanakan pengawasan yang ketat, terutama kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, pengawasan terhadap pengunjung pasar tradisional, serta pegawasan terhadap masyarakat yang tidak memakai masker ke luar rumah, bagi yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top