Pariwara Pemko Bukittinggi

Dalam Lima Tahun Pemko Bukittinggi Arahkan Rp 54 Milyar Untuk Pembangunan Keagamaan

Bukittinggi, KABA12.com — Perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi dalam pembangunan bidang keagamaan di bawah kepemimpinan Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Wakil Wali Kota Irwandi, tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, sejak tahun 2016 hingga 2020 ini, tercatat dana sejumlah Rp 54 milyar lebih sudah diarahkan dan “dilekatkan” untuk pembangunan bidang keagamaan.

Hal ini tentu menjadi fakta untuk menepis “tuduhan” atau anggapan sekelompok mayarakat, yang menilai Ramlan Nurmatias, tidak fokus dan tidak memperhatikan bidang keagamaan selama kepemerintahannya. Dana Rp 54 milyar lebih, dirasa sangat luar biasa, dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik di bidang keagamaan.

Data bagian Kesra Setdako Bukittinggi, menampilkan, dari angka Rp 54 milyar lebih itu, dibagi dalam dua poin besar. Pertama, pelaksanaan pembangunan non fisik melalui program peningkatan pemahaman, pengalaman kehidupan beragama sebesar Rp 31 milyar lebih. Kedua, dana hibah yang juga dicairkan melalui bagian kesra sebesar Rp 22 milyar lebih.

Untuk program peningkatan pemahaman, pengalaman kehidupan beragama, dijelaskan, terdapat 21 kegiatan yang bisa dikatakan rutin dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan dana APBD Kota Bukittinggi. Kegiatan yang dimaksud menyentuh semua kalangan, mulai dari masyarakat umum ataupun kalangan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, memang setiap kegiatan bidang di pemerintah Kota Bukittinggi yang berafiliasi pada kepentingan masyarakat umum, selalu jadi prioritas. Salah satunya bidang keagamaan ini, dimana memang tidak bisa dipungkiri, setiap tahun terdapat anggaran milyaran rupiah untuk itu.

“Contohnya, wirid pengajian Korpri yang rutin dilaksanakan setiap minggu atau satu kali dua minggu. Selama lima tahun ini dianggarkan untuk kegiatan itu Rp 227 juta lebih. Tujuannya apa, ya tentu bagaimana memberi pendalaman kegamaan untuk pegawai agar bekerja karena Allah, menjaga amanah yang diberikan dan terhindar dari tindakan yang melanggar agama. Kami juga sinergikan ASN dengan masyarakat umum, melalui program zakat, dimana sebagian besar ASN menyisihkan zakatnya diserahkan melaluk Baznas untuk mustahiq. Setiap tahun, sekitar Rp 2 milyar zakat ASN yang dikumpulkan untuk mustahiq,” jelas Ramlan.

Selain untuk pegawai, cukup banyak kegiatan keagamaan yang dilaksanakan untuk masyarakat umum dan didukung pemko Bukittinggi. Seperti, pelepasan dan penyambutan jemaah haji yang dalam lima tahun ini dianggarkan sebesar Rp 1,3 milyar. Tabligh akbar dianggarkan sebesar Rp 625 juta. MTQ tingkat Kota Bukittinggi, yang sudah dibiayai APBD selama lima tahun terakhir sebesar Rp 1,8 milyar lebih. Kegiatan MTQ tingkat provinsi Sumbar, juga di danai APBD sebesar Rp 2,9 milyar lebih dalam lima tahun terakhir.

“Kita juga sudah laksanakan kegiatan untuk mendukung pemahaman warga untuk pelaksanaan shalat jenazah. Buktinya dalam lima tahun terakhir, kegiatan itu kita sasar kepada remaja masjid, sehingga nantinya bisa mahir menyelenggarakan jenazah. Kita anggarkan itu sebesar Rp 58 juta. Kita juga bantu organisasi keagamaan dalam lima tahun terakhir dengan jumlah Rp 386 juta lebih,” ungkap Ramlan Nurmatias.

Lebih lanjut, Wako menyampaikan, pada umumnya, nilai anggaran yang diplot untuk kegiatan keagamaan, naik setiap tahunnya. Seperti, pemberian bantuan tunjangan kesejahteraan guru MDTA, TPQ, TKQ, TPSA, Pondok Pesantren, Garin Masjid dan Mushalla.

“Tahun 2016 dianggarkan Rp 1,9 milyar lebih, 2017 kita naikkan menjadi Rp 3,2 milyar lebih, 2018 dan 2019 naik lagi menjadi Rp 3,4 milyar lebih, tahun 2020 ini kita naikkan lagi menjadi Rp 3,6 lebih. InsyaAllah semua kita perhatikan. Guru dan garin ini sangat kita perhatikan, karena mereka punya peran besar dalam peningkatan keagamaan bagi generasi muda. Mungkin dulu para guru MDTA mendapat Rp 300 ribu per bulan, sekarang mereka terima Rp 500 ribu perbulan, yang diberikan satu kali tiga bulan,” jelas Ramlan.

Kota Bukittinggi saat ini terdata sebanyak 424 orang guru MDTA, TPQ, TPSQ, Pondok Al-Quran, Pondok Pesantren. Sementara itu, juga terdata sebanyak 138 Garin Masjid/Mushalla di Bukittinggi. Masing-masing guru dan garin masjid itu, menerima tunjangan kesejahteraan Rp 1.500.000 per triwulan.

Wako Ramlan Nurmatias juga komit, untuk setiap setiap pembangunan sekolah, harus dibangun satu mushalla yang representatif juga. Sehingga pada jam shalat para pelajar bisa shalat berjamaah.

“Pendidikan berkarakter harus dimulai dari dini, termasuk dari tingkat SD ini. Kita jadikan generasi penerus yang pintar serta memiliki iman dan taqwa. Tamat SD minimal pelajar kita sudah bisa jadi imam, minimal imam bagi teman-temannya,” ujar Ramlan.

Sementara itu, untuk dana hibah, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama DPRD juga tidak tanggung-tanggung memberikan bantuan untuk masjid dan mushalla yang ada di Bukittinggi. Tercatat dalam lima tahun terakhir, sudah diserahkan dana hibah bidang keagamaan ini sebesar Rp 22 milyar lebih.

“Ini juga meningkat setiap tahunnya. Tahun 2016 lalu belum ada dana hibah, 2017 mulai kita anggarkan sebesar Rp 2,4 milyar lebih, 2018 naik menjadi Rp 3,8 milyar lebih, 2019 naik lagi menjadi Rp 4,8 milyar lebih. Luar biasa di tahun 2020 ini kita anggarkan dana hibah untuk keagamaan, seperti pembangunan masjid dan mushalla, YPA dan lainnya itu sebesar Rp 11,8 milyar lebih,” ungkapnya.

Dana hibah itu telah diserahkan sesuai aturan yang berlaku. “Misalnya penerima berhak diberikan hibah satu kali dua tahun. Ada perencanaannya, proposalnya lengkap. Intinya apapun kegiatannya, administrasi nomor satu. Jadi dalam melangkah tidak perlu takut, karena semua sesuai aturan, administrasi lengkap dan diniatkan untuk ibadah. Karena jadi Wali Kota ini, ibadahnya cukup banyak, bisa membantu warga dengan kebijakan yang berdampak pada kepentingan masyarakat banyak, tapi haris diingat, bukan untuk kepentingan kelompok atau perorangan,” tegasnya.

Salah seorang Niniak Mamak, F.C. DT. Tun Muhammad, mengakui tingginya perhatian pemerintah kota Bukittinggi lima tahun terakhir di bidang keagamaan. Salah satunya untuk pembangunan Masjid Tabligiyah Garegeh. Bersama dengan Anggota DPRD melalui pokirnya, pemko sudah bantu pembangunan masjid sebesar Rp 3,2 milyar lebih.

“Kami sangat berterima terima kasih kepada Wali Kota Bukittinggi yang sangat memberikan perhatian dan bantuan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Tablighiyah. Begitu juga kepada ketiga anggota DPRD periode 2014-2019 yang sudah menganggarkan dana pokirnya. Kami juga tahu tidak hanya Masjid Tabligiyah saja yang dibantu, banyak Masjid lain yang juga dibantu, seperti Masjid Jami’ Aua Kuniang, Birugo dan lainnya,” ungkap Inyiak F.C. DT. Tun Muhammad.

Selain Pemko Bukittinggi, pembangunan non fisik bidang keagamaan juga dilakukan oleh TP PKK yang selalu sinergi dengan program pemerintah daerah. Sebut saja, sekolah keluarga yang didalamnya terdapat pelajaran terkait agama, bagaimana membina rumah tangga sesuai aturan agama, parenting pra nikah, dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan TP PKK melalui pokja I nya.

Data tersebut menjadi bukti bahwa Pemko Bukittinggi di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias, sangat memperhatikan bidang keagamaan. Pembangunan fisik yang dilaksanakan seimbang dengan pembangunan non fisik. Dimana pembangunan fisik itu dilakukan tentunya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top