Kaba Terkini

Pantau Kasus Covid-19, Komisi IV DPRD Agam Tinjau Puskesmas Bawan dan Koto Alam

Palembayan, kaba12.com — Rombongan Komisi IV DPRD Agam, kunjungi Puskesmas Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Puskesmas Koto Alam Kecamatan Palembayan untuk memantau penanganan kasus pandemi covid-19 di wilayah itu, Selasa,(15/9).

Kunjungan itu sengaja dilakukan, dalam upaya sharing informasi terkait evaluasi dan kendala penanganan kasus pandemi covid-19 yang dilalukan di dua puskesmas tersebut, menyusul terjadinya lonjakan kasus positif di wilayah Agam saat ini.

Kunjungan yang dipimpin Wakil ketua Komisi IV Yopi Eka Anroni, ME, Sekretaris Komisi IV Bulqaini, S.Fil dan para anggota komisi IV masing-masing Edwar Dt. Manjuang Basa, Suhermi, S.Pd, Asnidar, Syaharuddin, Salman Linover, Gema Saputra, ST, serta beberapa orang pendamping dari Sekretariat DPRD Agam.

Menurut Dr Hendra Kepala Puskesmas Bawan, Kecamatan Ampek Nagari beserta jajarannya, menyambut khusus rombongan anggota komisi IV DPRD Agam itu, yang menjelaskan kondisi dari Puskesmas Bawan selama penanganan covid-19.

Dijelaskan, di Bawan sendiri baru 1 orang yang terpapar positif covid-19, dan para personil puskesmas sendiri telah melakukan tes swab dari tracing keluarga dan masyarakat yang kontak langsung dengan pasien dan hasilnya semua negatif.

Untuk langkah antisipasi penyebaran covid19, pihaknya tak pernah henti memberi himbauan, pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu memakai masker di tempat keramaian,rajin mencuci tangan dan jaga jarak.

” Untuk bantuan yang masuk ke puskesmas, ada dari anggota DPRD Agam secara pribadi maupun anggota DPRD Sumbar, ” jelas dr. Hendra”.

Di Puskesmas Koto Alam Kecamatan Palembayan, rombongan komisi IV DPRD Agam diterima Kepala puskesmas, drg. Gayatri Husin juga menjelaskan keadaan di Koto Alam sendiri belum ada masyarakat yang terpapar positif tetapi puskesmas sudah melakukan tracing dari keluarga yang terpapar positif sebanyak 192 orang dan yang sudah keluar hasilnya 177 orang dan hasilnya negatif.

Dijelaskan yang dialami selama penanganan covid-19 di Puskesmas Koto Alam,saat ini belum ada warga yang positif, namun diakuinya masih kurangnya pemahaman warga mengenai covid-19 ini, jadi banyaknya warga yang tidak mau memakai masker dan masih melakukan kegiatan berkerumun.

” Kami di Puskesmas Koto Alam, mendapat bantuan berupa APD untuk tenaga medis. Selain itu Puskesmas Koto Alam sangat kurang sarana dan prasana yang memadai.Kami berharap ada solusi dan dukungan anggota dewan yang berasal untuk memajukan Puskesmas Koto Alam ini,” jelas dr. Gayatri”.

Sementara dalam sesi diskusi beberapa anggota Komisi IV, seperti Edwar Dt. Manjuang menanyakan langkah yang telah dilakukan Puskesmas dalam penanganan covid-19.

Juga ditanyakan Suhermi, bantuan asupan gizi untuk tenaga medis selama penanganan covid-19 ini dan sumber dananya.

Setelah menjalani sesi diskusi, wakil ketua komisi IV DPRD Agam Yopi Eka Anroni, menyebutkan, seluruh keluhan dan kendala Puskesmas Bawan dan Koto Alam,sudah diserap anggota Komisi IV DPRD Agam.

Yopi berharap dapat memberikan masukan dan solusi termasuk mengenai kendala selama penanganan Covid-19.

” Seluruh keluhan dan masukan akan menjadi catatan bagi anggota Komisi IV DPRD Agam untuk dibahas dalam rapat kerja dengan Dinas Kesehatan Agam, “jelas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Agam itu.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top