Kaba Pemko Bukittinggi

Gawat, Ruang Isolasi Covid-19 RSAM Penuh

Bukittinggi, KABA12.com — Perkembangan penyebaran covid-19 di Sumatra Barat makin mengkhawatirkan. Hingga Sabtu (29/08), terdata 42 tempat tidur yang disiapkan pihak RSAM Bukittinggi untuk ruang isolasi pasien covid-19, penuh terisi.

Direktur RSAM, dr. Khairul melalui Humas, Mursalman Chaniago, SH, MM, menyampaikan, pihak RSAM Bukittinggi memang cukup kewalahan dengan penambahan jumlah pasien positif covid-19 yang signifikan. Bahkan, penambahan tempat tidur dari awalnya hanya sekitar 24 tempat tidur menjadi 42 tempat tidur, saat ini diyakini telah penuh terisi oleh pasien.

“Semua tempat tidur yang saat ini tersedia 42 unit. Terhitung 29 Agustus, semua terisi penuh dan terpaksa kita harus menolak pasien positif yang dirujuk oleh perujuk apakah itu puskesmas maupun RS lain ke RSAM,” ungkapnya.

Mursalman, memaparkan, data sejak Maret hingga Sabtu, 29 Agustus 2020, RSAM telah merawat sebanyak 85 pasien positif covid-19. 39 sembuh, 6 orang meninggal dunia, 42 masih dalam rawatan. Dimana dari 42 itu, 40 orang positif covid-19 dan 2 orang suspect.

“Ini jumlah yang sangat luar biasa. Bukan menjadi hal yang patut dipandang enteng. Kami turut himbau kepada masyarakat untuk jalankan protokol covid-19. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, tingkatkan pola hidup bersih dan sehat,” himbaunya.

Dari 40 pasien positif covid-19 yang saat ini masih dirawat di RSAM, 8 diantaranya warga Bukittinggi, 19 warga Agam, 2 warga Padang, 4 warga Payakumbuh, 1 warga 50 Kota, 2 warga Pariaman, 1 warga Solok, 1 warga Tanah Datar, 1 warga Riau, 1 warga Sumut.

Dua pasien suspect atau PDP. 1 warga Agam dan 1 warga Padang Panjang.

“Sekali lagi. Kita tidak sedang dalam keadaan baik baik saja. Patuhi terus protokol kesehatan dan tetap terapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Jangan lengah dan jangan sampai tidak percaya dengan wabah ini. Jika sayang pada diri sendiri, keluarga dan tenaga kesehatan, tolong patuhi protokol kesehatan itu. Kita tidak melarang aktivitas masyarakat, lakukanlah tapi tetap mematuhi protokol kesehatan tersebut,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top