Kaba Pemko Bukittinggi

Habis Kontrak dan Diduga Langgar Adat, Cafe Sani “Disegel”

Bukittinggi, KABA12.com — Cafe Sani yang cukup menjadi momok di Bukittinggi, karena diduga sering dijadikan lokasi yang bertentangan dengan norma agama dan adat Minangkabau, “disegel” pemilik bangunan, Jumat (28/08).

Penyegelan dilakukan karena kontrak telah habis dan pemilik tidak ingin melanjutkan proses sewa menyewa, namun si penyewa atau pemilik cafe sani atas nama Ramzani, tidak juga keluar atau meninggalkan lokasi itu.

Rinaldo, kuasa dari DT. Malako Basa dan DT. Majo Labiah selaku Pangka Tuo Nagari Mandiangin, pemilik dari lokasi itu, menjelaskan, penyegelan dilakukan karena masa sewa sudah habis. Sewa dibuat selama 10 tahun, 2009 lalu dan aktif mulai 2010 dan berakhir 2020.

“Pada bulan Desember 2019, DT. Malako Basa dan DT. Majo Labiah, telah memberikan somasi bahwa cafe ini tidak diperpanjang lagi. Kontraknya habis tanggal 1 Januari 2020, yang dituangkan di atas akta notaris Elfita Achtar, SH, ditandatangani DT. Malako Basa (alm) dan DT. Majo Labiah (alm),” jelasnya.

Dt. Malako Basa dan Dt. Majo Labiah yang saat ini, lanjut Rinaldo, tidak perpanjang sewa, karena terlalu banyak pengaduan warga yang tentang kegunaan cafe ini. Tahun 2016 dan 2017 lalu, juga sudah diberi peringatan untuk tidak menggunakan hal hal yang tidak sesuai adat dan agama.

“Artinya seluruh Niniak Mamak di Mandiangin tidak merestui kegunaannya yang seperti ini. Penyegelan kali ini, murni sengketa atara penyewa dan menyewakan, karena masa kontrak habis serta tidak akan perpanjangan sewa karena banyak pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Rinaldi mengakui, tidak menyalahkan pemko dan aparat keamanan tentang pengaduan masyarakat ini. Karena, setiap kali dilaksanakan razia, tidak ditemukan barang bukti, “sehingga tidak bisa disalahkan juga. Jadi jangan digiring persoalan ini kemana-mana, apalagi ke ranah politik,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top