Kaba Terkini

KUA Lubukbasung Pecahkan Rekor, Dalam Sepekan- 42 Pasangan Ikuti Screaning Pra-Nikah

Lubukbasung, kaba12.com — Pasca hari raya Idul Adha 1441 Hirjiah, jumlah pasangan yang menikah di wilayah kabupaten Agam, khususnya di Lubukbasung meningkat tajam. Jumlah ini, bahkan mencapai 2 kali lipat dibanding dalam sepekan, dibanding suasana normal sebelum pandemic covid-19.

Diduga, selain memanfaatkan hari raya Idul Adha, pelonggaran penanganan pandemic covid-19, saat new normal, dimanfaatkan masyarakat untuk prosesi pernikahan sekaligus mengelar kenduri.

Mengutip AMCNews.com, dalam pekan pertama Agustus ini saja, khusus di Lubukbasung, jumlah warga yang akan menggelar pernikahan mencapai 42 orang, jauh meningkat dibanding hari-hari biasa, yang jumlahnya dalam sepekan hanya maksimal 12 orang.

Hal itu dibuktikan, dengan proses screaning pra nikah di kantor urusan agama (KUA) Lubukbasung Selasa kemarin, yang merupakan rekor tertinggi dalam sejarah, karena tahun sebelumnya angka maksimal mencapai 36 pasangan, yang membuat petugas KUA Lubukbasung kewalahan.

Seperti disebutkan Masadi Haryono, SHi, 42 pasangan yang menjalan screaning pra nikah itu, merupakan pasangan yang akan mengikuti prosesi pernikahan mulai Rabu-Senin, (5-10/8), sehingga pihaknya harus mengatur skedul screaning pra nikah secara bertahap sampai sore, “ yang diperbolehkan sesuai aturan yang ditetapkan, hanya 8 pasangan per hari, dengan menerapkan protokol kesehatan, “ sebutnya.

Dijelaskan, mulai pemberlakukan new normal jumlah pasangan yang menikah, seperti halnya data bulan Mei tercatat 12 pasang, Juni 53 pasang, dan Juli 69 pasang, sementara bulan Agustus ini, di pekan pertama sudah tercatat sebanyak 42 pasangan.

” Selain proses screaning pra nikah, kami juga sampaikan, penerapan protokol kesehatan secara ketat, menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan saat prosesi pernikahan maupun kenduri yang digelar, “ sebut Masadi Mulyono.

Himbauan serupa disampaikan Kasman Zaini,juru bicara GTP2 Covid-19 Agam, yang menghimbau masyarakat kabupaten Agam untuk mentaati protokol kesehatan ekstra, saat menggelar pesta pernikahan,karena potensi penyebaran covid-19 masih tinggi di kabupaten Agam, “ kita masih dalam zona kuning, apalagi dengan trend penambahan jumlah warga positif terkonfirmasi covid-19 pasca hari raya Idul Adha 1441 Hijriah ini,” jelas Kasman Zaini.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top