Kaba Tausyiah

Orang-Orang Yang Merugi Amalnya

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang orang yang paling merugi amalnya. Yaitu mereka yang melakukan kesesatan dimuka bumi tapi mereka mengira bahwasannya yang mereka lakukan itu sebagai sebuah kebaikan.

Saudara-saudaraku sekalian, disitu Allah menyebutkan dalam firmanNya, “وَهُمْ يَحْسَبُونَ” (sementara mereka mengira). Itu menunjukkan bahwasannya mereka memahami agama dan mereka beramal hanya berdasarkan pada perkiraan saja.

Tidak berdasarkan kepada dalil yang berasal dari Allah dan RasulNya, tidak berasalkan dari penjelasan para ulama yang ditopang dengan dalil yang kuat dari Allah dan RasulNya. Demikian pula dari pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Abu Bakar Ibnul ‘Arabi dalam kitab Al-Itqan Fi ‘Ulumil Qur’an menyebutkan bahwasannya masuk dalam ayat ini tiga kelompok.

Pertama, orang-orang yang kafir kepada Allah. Yang mereka tidak beriman kepada Allah, yang mereka mempersekutukan Allah dan mereka menyangka bahwa perbuatan mereka adalah perbuatan yang baik.

Karena mereka beragama hanya sebatas dengan pendapat belaka atau mengikuti nenek moyang mereka atau pembesar-pembesar mereka, oleh karena itulah Allah mengecam orang- orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan pendeta-pendeta mereka sebagai tandingan selain Allah.

Mereka tidak mau mengikuti apa yang Allah turunkan berupa kebenaran. Padahal kebenaran mutlak itu yang berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala, kebenaran yang hakiki itu yang berasal dari Allah dan RasulNya. Adapun dari selain itu adalah merupakan kebatilan saudara- saudaraku sekalian.

Kecuali yang sesuai dengan apa yang dibawa oleh Allah dan RasulNya.

Maka dari situlah, setiap orang yang mengira bahwasannya sesuatu itu benar padahal tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits, berarti dia sudah mengira-ngira. Maka dari itulah, orang-orang kafir itu mengira mereka di atas kebenaran. Padahal mereka tidak mempunyai bukti sama sekali dari pencipta langit dan bumi berupa wahyu yang Allah wahyukan kepada RasulNya.

Kedua, kelompok yang berbuat bid’ah seperti kaum Khawarij, Murji’ah, demikian pula orang-orang Mu’tazilah, Jahmiyah, yang mereka menjadikan dalil hanya sebatas sebagai perisai. Akan tetapi sebetulnya mereka bertopengkan kepada hawa nafsu.

Mereka menafsirkan Al-Qur’an, mereka menafsirkan hadits sesuai dengan ra’yunya, dengan pendapnya tanpa merujuk bagaimana pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mereka mengira bahwa perbuatan itu perkara yang benar. Padahal tidak dibenarkan demikian.

Ketiga, yaitu orang-orang yang beramal shalih namun sayang ai riya’.

Dia ingin dipuji manusia, dia ingin didengar oleh manusia, sehingga amalannya dihapuskan oleh Allah, dibatalkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Demikian pula orang-orang yang ujub (merasa bangga dengan amalannya yang banyak).

Maka Allah pun batalkan amalannya. Dan kelompok ini pun masuk ke dalam ayat tersebut kata Abu Bakar Ibnul ‘Arabi.

(Sumber: radiorodja.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top