Kaba Kesehatan

Walau Pahit, Ini Manfaat Pare Untuk Kesehatan

Pare atau bitter melon dalam bahasa inggris merupakan saudara jauh dari buah melon yang biasa kita kenal. Tanaman asli Asia ini awalnya dibudidayakan di seluruh India, kemudian dikirim ke Tiongkok pada abad ke-13. Sejak itu, pare menjadi populer dan sekarang digunakan hampir di seluruh Asia Tenggara, Afrika, dan Kepulauan Karibia.

Rasa pare sendiri sebenarnya cukup pahit, namun inilah yang membuatnya istimewa. Pada kenyataannya, banyak yang suka dengan rasa uniknya. Yang lebih menarik lagi adalah manfaat pare untuk kesehatan.

Pare banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan ayurveda untuk mengobati berbagai jenis penyakit, dari mengeringkan luka, membantu pencernaan dan fungsi hati, hingga menyembuhkan diabetes.

Manfaat pare untuk kesehatan

Diabetes merupakan penyakit yang terkenal menakutkan untuk semua kalangan. Terlebih, antara tahun 2010 dan 2030, diestimasi akan ada peningkatan jumlah penderita diabetes di negara berkembang sebesar 69 persen dan kenaikan sebesar 20 persen di negara maju.

Walaupun banyak obat tersedia untuk mengobati diabetes dan pradiabetes, banyak dari obat tersebut memiliki efek samping. Potensi pemanfaatan pengobatan tradisional dan intervensi nutrisi sebenarnya sangat besar untuk membantu mengobati diabetes dengan efek samping yang minim.

Walau kecil, pare adalah buah yang sangat berkhasiat. Tinggi dengan fitonutrien dan vitamin, pare merupakan sumber vitamin C, A, E, dan B (termasuk folat dan B2). Selain itu, pare mengandung senyawa penting seperti kalium, zat besi, magnesium dan seng atau zinc.

Jika kamu merasa semua itu belum cukup, pare juga sumber antioksidan yang tinggi. Kemampuan mengobati buah tersebut datang dari kelas antioksidan seperti fenol, flavonoid, isoflavon, terpena, antrakuinon, dan glukosinolat yang  juga berkontribusi pada rasa pahitnya.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok atau traditional Chinese medicine (TCM), pare sering digunakan untuk pengobatan diabetes. Komponen utama pare yang dikaitkan dengan efek anti-diabetes disebut chantarin, polypeptide-p, dan vicine.

Teorinya, saat dicerna, bahan kimia tersebut bekerja layaknya insulin dengan membantu tubuh menyerap gula darah ke dalam sel dan menyimpannya dalam otot dan lemak. Walau terdengar sangat menjanjikan, penelitian pada hubungan antara pare dan diabetes masih agak bertentangan. Masih banyak bukti diperlukan mengingat bahwa dosis yang diperlukan untuk mencapai efek anti-diabetes cukup tinggi.

Manfaat pare untuk kesehatan tidak hanya terbatas pada efek anti-diabetesnya. Dalam TCM, tanaman ini diyakini memiliki sifat anti-inflamasi, anti-mutagen, dan penurun kolesterol. Buah, daun, batang, dan akar semuanya digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, bisul, batu ginjal, penyakit hati, kanker, infeksi, psoriasi, masalah menstruasi, serta infeksi dan luka pada kulit.

Pare diyakini memiliki sifat antivirus dengan merangsang sistem pertahanan tubuh dan melawan infeksi, serta sifat antelmintiknya sering dimanfaatkan dalam obat tradisional untuk malaria. Walaupun banyak manfaat yang diakui tersebut tidak banyak didukung secara ilmiah, pare masih layak untuk kamu pertimbangkan sebagai bagian kesehatan secara menyeluruh.

(Sumber: esensi.id)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top