Kaba Pemko Bukittinggi

The SMERU Research Institute Berikan Paparan Kompetensi Guru Honorer

Bukittinggi, KABA12.com — Tim The SMERU Research Institute, melalui Program RISE di Indonesia, yang sedang melakukan penelitian terkait reformasi guru dan inovasi pendidikan di Bukittinggi memberikan paparan kepada pemko Bukittinggi. Paparan itu terkait temuan awal studi penilaian kompetensi guru honorer di Bukittinggi. Rombongan dipimpin oleh Prof. Fasli Jalal dan diterima Wali Kota, di ruang kerja Wako, Kamis (13/02).

Prof. Fasli Jalal dalam kesempatan itu mengatakan, Bukittinggi adalah kota keempat yang diteliti dari lebih 400 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Menurut Fasli Jalal, Bukittinggi telah memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan. Bukittinggi pun telah melakukan sejumlah inovasi di bidang pendidikan.

“Namun dari kondisi terkini, jumlah guru honorer cukup banyak di Bukittinggi. Walaupun hasil pembelajaran murid sudah diatas rerata nasional, Kota Bukittinggi harus memperhatikan kualitas guru honorer yang berpengaruh pada kualitas pembelajaran jangka panjang. Selama ini proses perekrutan guru honorer atau kontrak melalui proses yang tidak standar dan bertujuan hanya untuk mengisi kebutuhan guru disekolah. Karena itu Pemko harus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan juga kesejahteraan guru honorer atau kontrak di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Dari paparan itu, tim penilai praktek mengajar memberikan beberapa saran. Diantaranya, peningkatan penguasaan guru terhadap materi ajar, mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran agar pembelajaran lebih baik, meningkatkan interaksi antara guru dengan murid, tidak hanya guru mendominasi pembelajaran dengan ceramah, struktur pembelajaran perlu diperbaiki, khususnya untuk kegiatan dan strategi pembelajaran perlu ditingkatkan lagi.

Sementara, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan berterima kasih sekali atas penelitian awal yang dilakukan Tim Rise di Bukittinggi. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Bukittinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kompetisi guru honorer atau kontrak dan menjadi sistem evaluasi guru SD dan SMP nantinya. Bukittinggi akhirnya memiliki data base kemampuan guru honorer atau kontrak.

“Dengan penelitian ini, Bukittinggi bisa mengembangkan sistem perekrutan yang tepat dan akurat walaupun untuk guru honorer atau kontrak. Selain itu, guru bisa ditinjau selama setahun untuk menunjukkan kemampuannya. Tidak saja kemampuan kognitif saja tapi juga kemampuan interaksinya. Sehingga dengan kompetisi yang jelas itu akan menentukan masa depan guru tersebut,” ungkap Ramlan.

Menurut Wako, hasil penelitian ini akan menjadi acuan kita dalam mengkaji kualitas guru honorer atau kontrak. Hasil penelitian akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk dijadikan rekomendasi.

Bagaimana menjadikan guru sesuai standar yang kita butuhkan. Sampai dimana menguasai materi, bagaimana cara penyampaian di sekolah dan apakah pembelajaran hanya dilakukan di sekolah. Selama ini rekrutmen guru baru sebatas memenuhi kebutuhan guru, bukan berdasarkan kemampuan guru. Sehingga kita bisa mendapatkan siswa yang berkualitas dan punya masa depan cerah.

Wali kota juga berterima kasih atas perhatian besar Prof. Fasli Jalal kepada Bukittinggi. Masalah pendidikan ini tidak akan habis-habis dibicarakan dan diulas. Dengan hasil penelitian ini, Ramlan berharap pengembangan pendidikan di Bukittinggi dapat memperkuat komitmen Pemko dalam dunia pendidikan.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top