Kaba Tausyiah

Keutamaan Ikhlas

Ilustrasi

 Ikhlas adalah suatu sikap yang kita tunjukkan setelah terjadinya suatu amal atau sebelum dia melakukan suatu amal ibadah. Dalam Bahasa Ikhlas adalah ketika kita melakukan suatu kebaikan tetapi kita tidak akan mengingatnya lagi atau tidak mengungkitnya maka itulah ikhlas yang sebenarnya.

Dalam sebuah hadits yang artinya:

“Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya.

Dan barangsiapa yang berhijrah karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan diberi balasan hijrahnya karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya dia berhijrah itu”.(HR. Bukhari Muslim).

Dan Allah benar tidak akan menilai siapa kita, seperti apa kita, yang Allah lihat hanyalah seberapa besar nilai Ikhlasan dalam hatimu,

“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

Ada beberapa Keutamaan Ikhlas, diantaranya :

1.         Ikhlas kepada Allah mendorong kebaikan

Ketika tujuan kita hanyalah kepada Allah, maka kita akan terus berbuat baik, dan terus berbuat baik, karena kita tidak memerlukan tanggapan dari orang lain melinkan hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

2.         Dengan keIkhlas Allah bantu Menjaga Lisan

Insya Allah ketika kita melakukan sebuah perbuatan karna Allah, semua ucapan kita akan terhidar dari kata-kata tidak berguna, kata-kata batil dan kata-kata bualan.

3.         Dengan Ikhlas Allah batu kuatkan Agama kita

Allah akan membatu semua hambaNya yang selalu menegakkan Islam, dan kita akan terhidar dari fitnah dan pengaruh keyakinan lainnya.

4.         Dengan Ikhlas Allah Jauhkan dari Noda Hati

Ketika kita berniat untuk menjaga Hati dari buruknya perangai kita, maka Allah akan membantu dan menjega hati kita agar dijauhkan dan kuat melawan bebagai penyakit hati.

5.         Dengan Ikhlas Allah Jaga Akhlak Kita

Allah akan menjaga kita untuk selalu menjaga kita agar kita tercegah dari perkara yang akan merukan Akhlak kita.

6.         Dengan Ikhlas Kita terjaga dari hawa nafsu dan dosa

Dan pasti Allah tidak alan ridho bila diri kita terjebak akan nafsu setan dan buruknya perbuatan dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

(QS: Ali Imran Ayat: 185).

Dan dalil terakhir Dari Amirul mu’minin Abu Hafs iaitu Umar bin Al-khaththab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-‘Adawi r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda :

“Hanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan hanyasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya.

Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikahwininya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu.”

Dan pada akhirnya hanya Allah subhanahu wa ta’ala lah yang tahu mengnai niat dan keikhlasan dalam hati kita ketika melakukan suatu perbuatan, semoga kita termasuk Hamba Allah yang selalu tulus dan istiqomah melakukan semua perbuatan kita didunia dengan berniat tulus ikhlas kepadaNya.

(Sumber: romadecade.org)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top