Kaba Edukasi

Pendidikan Harus Kembangkan Kompetensi dan Karakter

Ilustrasi

Menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Muhammad Iqbal menegaskan ke depan tujuan pendidikan harus perpaduan antara mengembangkan kompetensi dan karakter, seperti akhlak dan budi pekerti.

Hal tersebut, sesungguhnya sudah ada dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan dasar pendidikan yang sudah diterapkan di UU tahun 2003, pendidikan berakhlak mulia dan budi pekerti.

Perpaduan antara kompetensi dan karakter masih menjadi masalah di Indonesia. Sebab, mereka yang terpelajar justru ada yang tersangkut korupsi.

Penilaian terhadap karakter peserta didik juga harus menjadi prioritas. Sehingga penilaian tidak hanya berpatok pada nilai-nilai yang didapat siswa dalam sejumlah mata pelajaran. Karena selama ini penilaian tidak kualitatif. Ada nilai anak yang sopan. Deskriptif. Semua nilainya fisika, kimia, matematika. Akhirnya anak yang baik, tidak mau baik karena nggak ada nilainya.

Harusnya ke depan, sikap itu menjadi prioritas penilaian. Sekarang yang dicari nilai 9,8,7, tapi nggak ada indikator penilaian akhlak, budi pekerti. Ini masalah besar di pendidikan.

(Sumber: Liputan6.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top