Kaba Pemko Bukittinggi

Dongeng Penting Bagi Perkembangan Otak Anak

Bukittinggi, KABA12.com Mendongeng, menjadi salah satu yang jarang dilakukan dalam kehidupan perkembangan tekonologi saat ini. Namun, hal ini mulai kembali dibiasakan oleh berbagai lembaga pendidikan usia dini, karena secara keilmuannya, mendongeng memiliki dampak positif bagi perkembangan otak anak.

Bunda Literasi Ny. Yesi Endriani Ramlan, mengatakan, pentingnya dongeng bagi anak. Mendongeng tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak tetapi dapat meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak, psikologis, kecerdasan emosional serta meningkatkan imajinasi pada anak.

“Seperti kita ketahui dongeng merupakan bagian penting dari pengasuhan anak. Sudah banyak bukti penelitian tentang dongeng yang sangat bermanfaat untuk perkembangan psikologis anak. Secara tidak langsung juga membacakan dongeng bagi anak akan membuat mereka disayangi dan diperhatikan oleh orang tua. Sehingga tidak menyebabkan degradasi moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Melalui cerita dongeng, anak akan belajar mengenai kehidupan, dunia, diri sendiri maupun orang lain. Anak juga dilatih kepekaannya lewat mendengarkan cerita,” jelas Yesi, saat mengikuti peribgatan Hari Dongeng Nasional di rumah sehat dan taman baca, nagari dongeng, Panorama Baru, Sabtu (30/11).

Mendongeng, lanjut Yesi, juga akan membangun imajinasi anak yang ke depannya bisa bermanfaat untuk masa depannya. “Makna mendongeng adalah agar generasi penerus kita semua senang dan mencintai cerita, buku, dari cerita – cerita itu lah kita menciptakan imajinasi di dalam otak. Kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal – hal di otak kita adalah kunci kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Dewasa ini, anak-anak telah dilanda krisis moral karena mereka tak lagi mendapatkan cerita-cerita sebelum tidur. Anak-anak sekarang ini lebih sering diberikan gadget dan games serta diperdengarkan lagu-lagu dewasa dan terkesan dipaksa menyanyikan lagu bertema cinta, seperti beberapa kompetisi yang diselenggarakan di sejumlah televisi, padahal itu tidak sehat untuk mereka.

“Berbeda dengan keadaan di zaman kita kecil dahulu dimana sebelum tidur kita didongengkan oleh orang tua tenang cerita kancil dan Abu Nawas yg mengasah imajinasi kita untuk menghayal seakan-akan kita berada dalam cerita tersebut. Ini yang harus kita biasakan kembali dalam kehidupan berkeluarga,” pesan Yesi.
(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top