Kaba Terkini

Gerombolan Ternak Makan Korban. Siswi SMA Tanjung Mutiara Tewas

Tiku, kaba12.com — Gerombolan ternak kerbau yang berkeliaran di jalur lintas Sumatera, di wilayah Tiku, nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara, Minggu,(17/11) makan korban.

Gerombolan kerbau warga yang berkeliaran di tengah jalan sekitar 10 an ekor, bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai 2 siswi sekolah menengah di Tiku, yang menyebabkan 1 korban tewas dan 1 korban luka berat.

Kasus yang viral saat ini di Tiku, pasalnya kasus ternak berkeliaran di sepanjang jalan utama ruas Tiku- Pariaman itu, kerap menjadi lokasi bermain ternak -ternak milik warga yang dilepaskan pemiliknya tersebut, sudah sangat sering memicu kecelakaan.

Saat ini, kasus tabrakan antara ternak dengan pengendara sepeda motor itu, sudah ditangani oleh pihak Polsek Tiku dan dan Satlantas Polres Agam.

Kasus kecelakaan yang menelan korban jiwa itu dijelaskan Weri Ikhwan, Kasi.PNM Tanjung Mutiara kepada kaba12.com, Minggu,(17/11).

Dijelaskan Weri Ikhwan, kasus tabrakan kendaraan dengan gerombolan sapi itu terjadi ruas jalan lintas Sumatera depan kawasan Muaro Mati, Tiku, persis di ujung Pasar Tiku dekat pos damkar.

Dijelaskan Weri Ikhwan, ternak lepas berkeliaran yang memakan korban di Tiku, yang bergerombol sekitar 10 ekor kerbau melintas di jalan raya menabrak pengendara kendaraan roda dua .

Dijelaskan Weri Ikhwan, akibat kejadian tersebut 1 warga Tiku, Yanti Elvina, siswi kelas 11 SMA Tanjung Mutiara, meninggal dunia dan 1 korban luka berat Reza Novianti kelas 11 SMK BNM luka parah.

” Kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian di Polsek Tiku dan Satlantas Polres Agam, untuk pengusutan lebih lanjut,” jelas Weri Ikhwan.

Kasus tabrakan kendaraan dengan hewan ternak yang berkeliaran di ruas jalan lintas Sumatera di wilayah Tiku itu cukup sering terjadi, namun yang menyebabkan korban tewas, baru terjadi hari Minggu ini.
HARMEN

3 Comments

3 Comments

  1. Arlaini

    17 November 2019 at 20:33

    Bukan sapi Pak, tapi kerbau yg setiap hari dilepas secara bergeronbolan begitu saja, tanpa pengawasan pemiliknya.

  2. Fandi

    17 November 2019 at 21:37

    Barang kli Ambo kenal Jo urang yg punya taranak,tapi kok Ndak di sabuik an Namo urang yg punya taranak di berita ko???

  3. Muliadi

    17 November 2019 at 23:05

    Eeeee dijua kabautu nyo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top