Kaba Pemko Bukittinggi

SDN 03 Pakan Labuah Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Bukittinggi, KABA12.com — SDN 03 Pakan Labuah, deklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA), Kamis (07/11). Deklarasi yang dilakukan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam pemenuhan hak-hak anak.

Kegiatan deklarasi SRA ditandai dengan penandatangan deklarasi SRA oleh Walikota Bukittinggi yang diwakili Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPMPTSPPTK) Isra Yonza, Kepala SDN 03 Supriyati, majelis guru, komite sekolah, paguyuban kelas dan orang tua murid beserta siswa.

Dalam kegiatan deklarasi itu, juga dilakukan pengukuhan susunan keanggotaan tim pelaksana SRA untuk tim internal satuan pendidikan di SDN 03 Pakan Labuah oleh Kepala Dinas DPMPTSPPTK. Adapun susunan keanggotaan itu yakni ketua Desi Herawati, wakil Ketua Asnimar, sekretaris M. Januar.

“Alhamdulillah, dengan telah dilakukannnya deklarasi SRA SDN 03 Pakan Labuah, maka pihak sekolah bertekad mewujudkan SRA dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Kepala SDN 03 Pakan Labuah Supriyati.

Ia mengatakan, SRA merupakan satuan pendidikan formal, non formal dan informal yang aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan pelakukan salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan , kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak disatuan pendidikan.

Disamping itu, SRA merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada disekolah, serta menjadikan SDN 03 Pakan Labuah sebagai sekolah bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman.

“Meski keadaan sarana dan prasarana sekolah yang cukup sempit, namun semua warga sekolah berkomitmen untuk program ramah anak ini, yang ditandai dengan penandatanganan deklarasi sekolah ramah anak. Deklarasi berisi poin-poin pernyataan untuk menjamin pemenuhan dan perlindungan hak anak,” ujar Supriyati.

Sementara itu Kepala Dinas DPMPTSPPTK Isra Yonza menyampaikan program SRA, merupakan upaya penjaminan dan pemenuhan hak hak hidup anak tanpa diskriminasi, serta sebagai bentuk penghargaan kepada anak. Untuk itu dengan adanya deklarasi SRA di SDN 03 Pakan Labuah, diharapkan tidak hanya sebagai simbol saja tapi hendaknya dapat dilaksanakan dengan baik.

Hal ini sangat penting, karena tujuan dari sekolah ramah anak ini adalah bagaimana proses belajar mengajar dapat lebih menyenangkan, yang nantinya akan berdampak pada prestasi siswa maupun sekolah. Selain itu sekolah harus mampu menciptakan suasana yang konduksif agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya.

“Dengan SRA tidak ada lagi kekerasan dan tidak ada diskriminasi. Tidak boleh ada siswa yang tertekan baik secara fisik maupun non fisik. Apabila itu terjadi, laporkan kepada guru dan orang tua. Sekolah juga harus memberikan informasi mengenai pelaporan kepada siswa,” ujar Isra Yonza.

Ia juga mengajak kepada pihak sekolah untuk menggali inovasi dan lebih memberi ruang partisipasi bagi siswa.

“Revolusi pendidikan tidak mungkin bisa dilakukan jika tidak ada inovasi. Kepala sekolah tidak mungkin bisa melakukan beberapa inovasi tanpa ada dukungan orangtua, guru dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top