Kaba Terkini

Rohana Kudus, Wartawati Pertama Sumbar Pahlawan Nasional

Lubukbasung, kaba12.com.
Perjuangan berat masyarakat kabupaten Agam bersama, ahli waris, Pemkab.Agam dan Pemprov.Sumbar, untuk mengusulkan nama Rohana Kudus, sebagai pahlawan nasional akhirnya membuat hasil.

Bahkan, setelah dua kali usulan menjadikan Rohana Kudus sebagai pahlawan ditolak pemerintah pusat, akhirnya dalam Rabu,(6/11) nama Rohana Kudus disetujui presiden Joko Widodo ditetapkan sebagai pahlawan nasional dari Sumatera Barat.

” Alhamdulillah, perjuangan bersama seluruh elemen terkait, menjadikan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional, disetujui pemerintah pusat,” sebut Asisten I Sekab.Agam Rahman.

Disebutkan, upaya menjadikan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan sejak lama, bahkan sudah 2 kali usulan pada pemerintah pusat ditolak, dan baru tahun ini pemerintah pusat menyetujui penganugerahan gelar pahlawan nasional pada Rohana Kudus dan dijadualkan prosesi penganugerahan gelar pahlawan nasional itu akan dilakukan Jumat,(8/11) di Istana Negara, Jakarta.

Tentang Rohana Kudus

Rohana Kudus, hidup pada era RA. Kartini, dimana akses perempuan untuk mendapat pendidikan sangat dibatasi.

Saat Belanda meningkatkan tekanan dan serangannya terhadap kaum pribumi, Rohana Kudus, turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang para pemuda.

Kiprahnya di dunia jurnalistik dimulai dari surat kabar Poetri Hindia pada 1908 di Batavia yang dianggap sebagai koran perempuan pertama di Indonesia, bahkan dia mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan.

Rohana Kudus, juga mencetuskan ide dalam penyelundupan senjata dari Koto Gadang, IV Koto, ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikannya dalam sayuran dan buah-buahan yang kemudian dibawa ke Payakumbuh dengan kereta api.

Hingga ajal menjemput, Rohana Kudus masih terus berjuang, termasuk ketika merantau ke Lubuk Pakam dan Medan. Di sana dia mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak.

Kemudian, Rohana Kudus kembali ke Padang, menjadi redaktur surat kabar Radio yang diterbitkan Tionghoa -Melayu di Padang.

Kisah perjuangan Rohana Kudus, menjadi inspirasi banyak pihak, terutama kalangan wartawan khususnya di Sumatera Barat, bahkan nama Rohana Kudus disematkan di Balai Wartawan Pertama di Bukittinggi.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top