alterntif text

Kaba Terkini

Kunker ke Agam, Kepala BNNP Sumbar Ajak Kolaboratif Government Jalankan P4GN

Lubukbasung, KABA12.com — Mendapat amanah memegang tongkat komando di Badan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar selama empat bulan terakhir, membuat Brigjen Pol. Drs Khasril Arifin nyaris tidak bisa bersantai.

Program demi program terus digenjot. Tak hanya penangkapan pelaku Narkoba, rehabilitasi pecandu, namun juga melakukan penanggulangan dan pencegahan serta sosialiasi bahaya Narkoba langsung ke setiap daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

Seperti kunjungan kerjanya ke Kabupaten Agam, Selasa (10/09) pagi, kedatangan rombongan BNNP Sumbar itu disambut seluruh unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, Kepala OPD, Camat beserta seluruh Walinagari se-Kabupaten Agam di aula utama kantor Bupati setempat.

Sekda Agam Martias Wanto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Kepala BNNP Sumbar di Kabupaten Agam. Pasalnya, daerah tersebut sudah terpapar cukup parah pengaruh Narkoba, bahkan sudah sampai ke pelosok nagari.

“Di daerah kita ini tidak ada yang tidak terpapar pengaruh narkoba, paling kurangnya kasus anak ngelem, pasti ada,” sebutnya.

Martias Wanto menyebutkan, untuk Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), pihaknya melalui Badan Kesbangpol sudah melakukan sosialiasasi hingga ke ngari.

Bahkan P4GN sudah dilakukan pembentukan IPWL seperti Puskesmas Biaro, RSUD Lubukbasung, dan LSM Ganggam Solidaritas.

“Kami memiliki komitmen yang kuat melawan kasus narkoba ini. Bahkan kita sejak tahun 2016 juga sudah lakukan tes urine kepada seluruh ASN, mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan,” terangnya.

Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol. Drs Khasril Arifin dalam pemaparannya mengungkapkan, Sumatera Barat merupakan jalur merah peredaran narkoba, terutama untuk narkotika jenis ganja dan sabu.

“Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo Indonesia sudah ditetapkan darurat narkoba dan harus diperangi, karena masalah narkoba ini sudah sampai ke pelosok. Kami BNNP ditugaskan untuk membuka jaringan perederan itu dan pada tahun ini sudah ada 21 berkas perkara yang ditangani dengan total uangnya Rp23 Milyar,” ungkapnya.

Dalam kunker tersebut, Jenderal bintang satu itu juga memaparkan Strategi P4GN yang dilakukan pihaknya pertama, melalui Supply Reduction dengan cara memeberantas jaringan peredaran gelap narkotika, memperkuat interdiksi mencegah masuknya narkotika, melakukan kerjasama internasional, serta membuat miskin jaringan dan sindikat narkotika.

Kemudian Strategi P4GN kedua melalui Demand Reduction dengan cara pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada msyarakat, mendorong pecandu narkotika melaporkan diri untuk direhabilitasi, pemberdayaan masyarakat dalam P4GN dan melakukan rehabilitasi media dan sosial serta pasca rehab.

“Saya putra daerah, jadi saya komit untuk hal pemberantasan narkoba ini. Dengan Kolaboratif government antara pemerintah, swasta dan masyarakat serta tungku tigo sajarangan, BNN tidak bisa berbuat apa-apa. Mari kita bersama-sama bersinergi dalam menjalankan program P4GN di Sumbar umunya dan Kabupaten Agam khususnya,” harap Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol. Khasril.

Usai pemaparan Kepala BNNP Sumbar, kegiatan kunjugan kerja itu ditutup dengan penyerahan cendera mata dari kedua pihak antara BNNP Sumbar dan Pemerintah Kabupaten Agam.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top