alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

TP4D Bukittinggi Tinjau Lima Proyek Pembangunan

Bukittinggi, KABA12.com — Ketua Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bukittinggi, Made kembali turun ke lapangan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek proyek yang dikerjakan di kota Bukittinggi, terutama proyek proyek yang ada pendampingannya dari TP4D.

Kali ini, Ketua TP4D, Made, bersama anggota Bobi, turun didampingi Kepala Dinas PU-PR, Rahmat, Kabid jalan jembatan dan Irigasi, Fauzan serta beberapa Kasi, Rabu (14/08), meninjau lima titik pekerjaan.

Pekerjaan yang ditinjau itu, pengecoran bahu jalan di Kelurahan Birugo, pengecoran Jalan Samping Sanjai Mintuo, Garegeh. Pengaspalan jalan Lingkar Garegeh, Pengaspalan Jalan Pakoan Indah,Gulai Bancah dan terakhir Pekerjaan Proyek DAK Irigasi Banda Surian (belakang Istana Mie -red).

Kabid Jalan Jembatan dan Irigasi, Dinas PU-PR Bukittinggi, Fauzan, menyebutkan, dari peninjauan yang dilakukan itu, TP4D menilai hasil pekerjaan pengaspalan jalan dengan aspal Redemix oleh pelaksana pekerjaan, bersih dan rapi sesuai dengan kontrak. “Kecuali pengecoran jalan samping Sanjai Mintuo, Garegeh yang perlu dirapikan lagi oleh pelaksana pekerjannya,” jelasnya sesuai rekomendasi Ketua TP4D Kejaksaan negeri Bukittinggi kepada Dinas PU-PR.

Kemudian untuk Proyek DAK Rehabilitasi Irigasi Bandar Surian senilai Rp 433.679.634,- yang dikerjakan CV. Siska Marta, ada perubahan desain, karena adanya pondasi rumah masyarakat yang berada di atas talang air irigasi, sehingga sangat rawan terjadinya longsor.

“Ini perlu dilakukan perubahan desain agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” ujar Fauzan.

Sementara itu, Ketua TP4D Bukittinggi, Made, menegaskan, perubahan desain itu diharapkan segera dilakukan agar tidak menghambat pekerjaan. “Termasuk kalau ada persoalan di lapangan, supaya segera tuntaskan, sehingga Proyek Rehabilitasi Irigasi Bandar Surian ini dapat berjalan sesuai schedule dan kontrak,” ujar Made.

Menurut Made, Pemko Bukittinggi meminta pendampingan kepada TP4D Kejaksaan Negeri Bukittinggi,agar semua pekerjaan pembangunan di Kota Bukit tinggi dapat berjalan sesuai aturan dan peraturan yang berlaku,sehingga semua kegiatan itu tidak terkait dengan persoalan hukum.Makanya TP4D selalu melakukan pengawasn dalam rangka menghindari persoalan tersebut,” tutup Made.
(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top