alterntif text

Bukittinggi

Kwarcab 13 Gelar Apel Besar Peringati 58 Tahun Hari Pramuka

Bukittinggi, KABA12.com — 58 Tahun Hari Pramuka di Bukittinggi diperingati dengan Apel Besar Kwarcab 13 di Lapangan Atas Ngarai, Rabu (14/08).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bertindak sebagai Pembina Upacara dihadiri Forkopimda, Ketua Kwarcab beserta Pengurus, Kepala SKPD terkait dan perwakilan anggota Pramuka se Kota Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke 58 Tahun 2019. Ramlan Nurmatias menyampaikan Hari Pramuka adalah wujud dari rasa syukur kita kepada Allah dan Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat dan berkah persatuan dalam satu wadah tunggal, Gerakan Pramuka. Hari Pramuka kali ini mengusung tema Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka siap sedia membangun Keutuhan NKRI.

“Dalam rangka Hari Pramuka, diajak segenap pengurus Kwartir, pelatih dan pembina, serta semua anggota Pramuka agar senantiasa menjadi pioner dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes). Anggota Pramuka merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga seiap sedia membangun keutuhan NKRI adalah merupakan tekad dan itikad Gerakan Pramuka untuk menjadi bagian terdepan menanamkana nilai-nilai luhur, sehingga dapat membentengi generasi muda khususnya dari kecendrungan melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya diharapkan setiap anggota Pramuka tidak lagi mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor. Jadikan gerakan ini sebagai wujud kecintaan segenap anggota Pramuka kepada NKRI dan para petaninya dengan mencintai bahan pangan lokal. “Termasuk melakukan aksi nyata ‘perang terhadap sampah plastik’, Pramuka tidak boleh berpangku tangan setiap terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan,” himbaunya.

Kwartir Nasional juga berupaya pada peninjauan dan pembaruan seragam Pramuka dalam upaya menjadikan seragam mempunyai ciri kesamaan, mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote, mulai dari Pembina sampai dengan anggota Pramuka Siaga serta mulai dari Kwartir Nasional hingga Gugus Depan. Kwarnas juga mengharapkan penyelarasan dengan jenjang pendidikan formal dan pendidikan non formal menjadi sangat penting karena Gerakan Pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.

“Gerakan Pramuka adalah wadah tunggal dan karenanya kita semua bersatu didalamnya. Gerakan Pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI dan anggota Pramuka harus menepati janjinya. Karena itu hentikan upaya untuk menyeret Gerakan Pramuka kedalam wilayah politik praktis. Lupakan sejarah masa lalu dimana Gerakan Pramuka terkotak-kotak dalam kelompok-kelompok berdasarkan afisiliasi politik,” tegas Wako.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top