alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Walikota Himbau Perusahaan Kurangi Sampah Rumah Tangga

Bukittinggi, KABA12.com — Bukittinggi menetapkan target pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga sebesar 30%. Target itu berada dalam periode sejak tahun 2018 sampai tahun 2025. Hal itu termaktub didalam Pasal 2 huruf b jo 5 ayat (1) huruf b Peraturan Walikota Bukittinggi nomor 32 Tahun 2018 tentang Kebijakan Strategi Kota Bukittinggi dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

Walikota Bukittinggi mengeluarkan edaran untuk pencapaian target itu. Lewat edarannya, Walikota Bukittinggi mengharapkan Pimpinan Perusahaan dan Pengusaha se Kota Bukittinggi dapat mendukung arah kebijakan dan strategi dalam pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga tingkat Kota Bukittinggi yang terpadu dan berkelanjutan dengan pola 3R (reduce, reuse dan recycle).

Selanjutnya Pimpinan Perusahaan dan Pengusaha itu diharapkan dapat memilah sampah basah dan sampah kering dan menyediakan tempat pemilahnya. Untuk sampah basah dapat mengolahnya menjadi kompos dengan melibatkan petugas kebersihan atau petugas lain yang ditunjuk. Sementara untuk sampah kering dapat mendaur ulangnya supaya bisa menjadi terpakai kembali atau melibatkan jasa pemulung.

Selanjutnya tidak membuang sampah kering ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Kota Bukittinggi kecuali residu sampah. Tidak menggunakan kemasan plastik/ kertas sebagai wadah makanan dan minuman pada pertemuan dan rapat.

Walikota Bukittinggi mengharapkan pimpinan perusahaan dan pengusaha dapat mengecat pagar kantor atau tempat usahanya serta meningkatkan kebersihan kantor atau tempat usahanya.

Terakhir edaran itu menyatakan, hasil pengolahan sampah disetiap kantor dan tempat usaha itu dapat dicatat dan dilaporkan setiap bulan kepada Walikota Bukittinggi melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup paling lambat tanggal 25 setiap bulannya.

Semua langkah itu tidak lain dalam usaha pengurangan sampah disumbernya. Sekaligus menunjukkan tekad yang kuat untuk pelibatan partisipasi masyarakat melalui perubahan perilaku dan budaya untuk menjadi Gerakan Masyarakat.

Pengurangan sampah dari sumber itu tidak boleh ada interfensi pemerintah, tapi berasal dari kebiasaan dan kesadaran masyarakat sendiri. Pemko pun dituntut memotivasi masyarakat Bukittinggi bertindak langsung. Tentu saja mewujudkan target itu membutuhkan kerjasama semua pihak.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top