alterntif text

Kaba Terkini

Ini Besaran Zakat Fitrah di Agam Jika Dikonversi ke Uang

Lubukbasung, KABA12.com — Dalam menjalankan ibadah Ramadan, ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim. Kewajiban itu adalah membayar zakat fitrah. Kita diwajibkan menunaikannya sebelum bulan Ramadan berakhir dan berganti bulan Syawal.

Besaran takaran zakat fitrah telah ditentukan. Jika kita hendak menunaikan dengan bahan makanan pokok, seperti beras, maka para ulama menyepakati setara dengan 2,5 kilogram. Lalu berapa rupiah jika dikonversi dengan uang?

Untuk wilayah Kabupaten Agam, berdasarkan rapat konversi zakat fitrah bersama Pemerintah Kabupaten Agam, MUI, KUA, penyuluh agama, BAZNAS Agam, OPD terkait dan Ormas Islam se-Agam, Kamis kemaren, pembayaran zakat fitrah mulai Rp. 20.000 hingga Rp. 35.000 per jiwa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Edy Oktafiandi mengatakan, ada empat tingkatan besaran zakat fitrah beras takaran 2,5 Kg yang ditetapkan bila dikonversikan ke mata uang rupiah nilainya adalah sejumlah Rp.35.000 tingkat pertama, Rp.30.000 tingkat kedua, Rp.25.000 tingkat ketiga dan Rp.20.000 untuk tingkat keempat.

“Tingkatan nilai rupiah ini sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi masyarakat atau muzakki,” terangnya.

Dia merincikan, jika beras Kuriak Kusuik seharga Rp. 14.000 per kilogram, disetarakan dengan 2,5 kilogram beras maka zakat fitrah yang harus dibayar mustahik itu sebesar Rp. 35.000.

Kemudian untuk beras Sokan dan Benang Pulau seharga Rp.12.000 per kilogram, maka konversi zakatnya sebesar Rp.30.000.

Lalu untuk beras Batang Pasaman dan beras Dolog kw 1 seharga Rp. 10.000 per kilogram, maka konversi untuk dizakatkan sebesar Rp. 25.000.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Agam, Jetson meminta kepada pengurus Unit Penerimaan Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan nagari turun memberikan penjelasan kepada masyarakat Kabupaten Agam, terkait dengan ketentuan besar dan konversi zakat fitrah tahun ini.

“Sesuai dengan hikmah zakat yang di katakan Rasulullah, kita berharap kewajiban membayar zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin,” jelasnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top