alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Dubes Amerika Kunjungi Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr bersama Konsulat Jenderal Duha Salin dan Wakil Konsulat Jenderal Jessica Panchatha datang mengunjungi Bukittinggi. Kunjungan itu diterima langsung Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Ruang Tamu Walikota Bukittinggi, Jumat (17/05).

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan mengaku terkesan dengan kecantikan, keindahan kota Bukittinggi. Alam nya yang segar serta pemandangan objek wisata nya yang menarik. Ia mengakui baru kali ini berkunjung ke Sumatera Barat dan singgah ke Bukittinggi. Sejarah Bukittinggi pun yang sudah ia baca dan dengar, sangatlah menarik.

Di Bukittinggi pun dahulunya sempat ada kereta api. Selama hampir 3 tahun menjadi Dubes baru kali ini ia bisa datang ke Bukittinggi.

Namun ia mengakui sudah cukup paham dengan kondisi dan budaya masyarakat Indonesia. Termasuk dalam suasana bulan Ramadhan saat ini. Baginya, suasana Ramadhan di berbagai daerah sangat menarik dan menyenangkan. Ke Sumbar pun ia mendapatkan informasi mengenai sejarah Minangkabau dan budaya toleransi yang tinggi.

“Tujuan kedatangan ke Sumbar dan Bukittinggi adalah untuk melihat dan mengetahui perkembangan dan kondisi daerah terutama setelah pelaksanaan Pemilu secara langsung pada 17 April lalu. Ia mengatakan pada 17 april kemarin sempat mengunjungi beberapa TPS di Jakarta dan merasa terkesan dengan prosesnya. Menurutnya pelaksanaan Pemilu sudah cukup bagus dengan angka keterlibatan masyarakat cukup tinggi.

Berbeda dengan Amerika, jika ada pemilu masyarakat Amerika tidak begitu peduli. Ia melihat pelaksanaan pemilu sangat damai dan lancar. Suasana di Jakarta setelah pemilu masih cukup hangat. Karena itu ia datang kesini untuk melihat bagaimana kondisi di daerah,” jelasnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bangga dengan kunjungan Dubes Amerika ke Kota Bukittinggi. Bukittinggi walaupun kota kecil tapi punya sarat cerita sejarah dari sejak zaman penjajahan. Bukittinggi pernah menjadi ibukota pemerintah beberapa daerah bahkan pernah pula menjadi ibukota RI. Menurut Ramlan, di Bukitinggi pernah dilewati kereta api dari Padang menuju Payakumbuh.

“Berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, di Bukittinggi Sumbar tidak ada masalah, pemilu berjalan aman lancar dan adil. Memang menjelang pemilu agak panas karena suasana kampanye, tapi setelah pemilu keadaan kembali tenang apapun hasilnya,” jelasnya.

Menurut Ramlan, ini memang prosesi Pemilu pertama kali secara langsung untuk 5 pilihan, termasuk Pilpres. Cukup berat, mengingat beratnya pekerjaan dan proses penghitungan. Ramlan setuju jika dilaksanakan secara terpisah, namun mungkin akan terkendala besarnya biaya. Ramlan sangat paham proses pelaksanaan pemilu karena sebelum menjabat Walikota, ia pernah duduk menjadi Ketua KPU di Bukittinggi.

“Bukittinggi masyarakatnya terbuka, saling menghormati, menghargai, tidak ada ribut soal agama, saling menghargai saat perayaan keagamaan. Pemko memberikan kebebasan kepada masyarakat berkaitan dengan demokrasi, tidak ada interfensi dari pemerintah, melindungi yang minoritas dan tidak melupakan mayoritas,” ungkap Ramlan.

Diakhir kunjungannya, Dubes amerika Serikat Joseph R Donovan memberikan cindera mata berupa buku tentang sejarah kota kelahirannya kepada Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, seraya mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat ramah. Ia berjanji jika punya kesempatan, akan datang ke Bukittinggi lagi dan menikmati Bukittinggi lebih lama.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top