Kaba Pemko Bukittinggi

Bukittinggi Siapkan Jastrada Pertahankan Adipura 2019

Bukittinggi, KABA12.com — Penilaian Adipura tahun 2019 ini berbeda dari penilaian tahun lalu. Pemerintah kota dituntut menyusun kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) terkait pengurangan dan penanganan sampah. Jakstrada itu nanti akan menjadi kategori utama penilaian Adipura. Jakstrada tidak hanya berisi program pengurangan timbunan sampah tapi lebih banyak berisi program penanganan sampah.

Hal itu terungkap dalam presentasi Kadis Lingkungan Hidup sehubungan dengan Penilaian Adipura dan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) Kota Bukittinggi tahun 2018. Presentasi berlangsung di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi, Selasa (14/05), dihadiri Wakil Walikota Bukittinggi, Asisten III, Kepala SKPD, Camat, Lurah dan perwakilan sekolah se Kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nofrianto CH, mengatakan, penyusunan Jakstrada itu berdasarkan Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Dengan adanya Jakstrada, maka dibutuhkan pula partisipasi masyarakat secara optimal, terutama mengenai pengurangan dan pengelolaan sampah.

“Maka akan ada target, data dan angka. Sehingga bisa dipetakan berapa timbunan sampah dan jumlah sampah yang bisa dikurangi. Penghargaan Adipura kedepan akan mengarah sampai sejauh mana upaya pengurangan sampah didaerah,” jelasnya.

Arah kebijakan pengurangan sampah target 30% pada tahun 2025 dari timbunan sampah nasional dengan program pembatasan timbunan sampah, pendauran ulang sampah, pemanfaatan kembali sampah. Sementara arah kebijakan Penanganan Sampah target 70% pada tahun 2025 dari timbunan sampah nasional dengan program pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemprosesan akhir. Paradigma Jakstrada adalah pengurangan sampah disumbernya. Hal ini menunjukkan tekad yang kuat untuk pelibatan partisipasi masyarakat melalui perubahan perilaku dan budaya untuk menjadi Gerakan Masyarakat.

Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, mengatakan ada perbedaan yang signifikan dari penilaian Adiputa tahun lalu. Pengurangan sampah dari sumber dan tidak boleh ada interfensi pemerintah. Pemko dituntut memotivasi masyarakat Bukittinggi bertindak langsung. Butuh kerjasama semua pihak untuk mensukseskannya.

“Sejak 2017 sudah banyak usaha kita laksanakan. Seperti pembagian keranjang belanja guna mengurangi pemakaian kantong plastik kresek, menerbitkan Perwako no 28 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Belanja dan wadah/ kemasan Makanan dan Minuman berbahan plastik, pembagian tumbler kepada Siswa SD/ SMP se Kota Bukittinggi untuk mengurangi pemakaian botol minum plastik sekali pakai dan mengembangkan sekolah adiwiyata,” ujar Irwandi.

Untuk kedepan, Wawako menginstruksikan untuk lebih mengembangkan rumah-rumah kompos, bank sampah, program daur ulang di rumah tangga, sekolah, perkantoran, fasilitas pelayanan kesehatan, hotel dan restoran, pasar, destinasi wisata dan daur ulang kreatif. Termasuk mengaktifkan kembali rumah kompos dan bank sampah yang sudah ada.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top