Bukittinggi

Polisi Ringkus 6 Pelaku Penganiayaan Ketua PP Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Tim King Tiger Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi dibawah pimpinan Kanit Buser Ipda Fikri Rahmadi, berhasil meringkus enam orang terduga pelaku penganiayaan dengan cara membacok terhadap Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC kota Bukittinggi, Suhendra Syamsudin.

Peristiwa pembacokan itu sendiri terjadi pada sabtu malam 9 Juni 2018 lalu sekitar pukul 22.30 WIB, di kantor Pemuda Pancasila Bukittinggi Jalan Pemuda nomor 1, depan rumah potong hewan, dan baru berhasil diungkap pada Kamis,(14/3).

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi AKP Andi Mohamad Akbar Mekuo, Jum’at (15/03), menuturkan, ke enam terduga pelaku ini, masing-masingnya berinisial A (37), H (37), R (35), D (29), Y (26), dan HN (39), eksekutornya satu orang, sedangkan lima lainnya memiliki peran yang berbeda saat kejadian.

“Butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap kasus penganiayaan ini, karena satu orang pelaku utama pada saat melakukan aksinya memakai penutup wajah, sehingga tidak terlihat secara jelas wajahnya oleh korban, dan kejadian juga berlangsung cepat, hingga si pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Menurut Andi Mohamad Akbar Mekuo, penangkapan terduga pelaku itu dilakukan setelah tim King Tiger Satuan Reserse dan Kriminal telah melakukan penyelidikan. Kemudian Kamis kemaren terjadi pengrusakan rumah seseorang di wilayah Bukittinggi.

Setelah dicrosscek, pelakunya diamankan dan ternyata pelaku itu diduga sama dengan pelaku pembacokan Ketua Pemuda Pancasila Bukittinggi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku secara mendalam, pelaku juga mengakui melakukan pembacokan, ditelusuri barang bukti, hingga terduga pelaku yang menjadi eksekutor, otak pelaku, serta terduga pelaku lainnya dengan jumlah enam orang berhasil diamankan,” terangnya.

Keberhasilan mengungkap kasus ini,sambung Andi Mohamad Akbar Mekuo, tidak terlepas dari upaya pengumpulan barang bukti, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), hasil pengecekan rekaman CCTV, serta informasi dari keterangan saksi.

“Guna kepentingan penyidikan, ke enam orang terduga pelaku kini ditempatkan di rumah tahanan Polres Bukittinggi selama 20 hari, terhitung 15 Maret hingga 03 April 2019, dan tim penyidik serta penyidik pembantu yang terdiri dari 8 orang, akan segera melaporkan pelaksanaannya dan membuat berita acara penahanan,” ulasnya.

Andi Mohamad Akbar Mekuo menambahkan, terkait apa motif mereka melakukan penganiyaan dengan membacok Ketua Ormas Pemuda Pancasila MPC Kota Bukittinggi itu, masih didalami oleh tim penyidik melalui pemeriksaan secara intens terhadap enam orang terduga pelaku.

Terkait kasus pembacokan ini, ke enam terduga pelaku untuk sementara diprasangkakan pasal 351 jo 56 KUHP, dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top