alterntif text

Bukittinggi

Alek Nagari Pacu Kudo Harus Dilestarikan

Bukittinggi, KABA12.com — H. Icu Zukafril Dt.Bandaharo selaku penggiat sosial kemasyarakatan, menilai, alek nagari pacu kuda yang sudah mengakar di Ranah Minang perlu dilestarikan lagi. Hal ini harus disesuaikan dengan tujuan dari Alek nagari itu sendiri. Sebab belakangan, ia menilai gezah pacu kuda tidak semeriah dahulu.

Hal itu diungkapkan H.Icu Zukafril Dt.Bandaharo dalam diskusinya dengan awak media di Sekret Bukittinggi Parlemen Journalist (BPJ), Minggu (10/03) lalu. Dijelaskannya, dahulu alek Pacu Kuda ini betul betul meriah,seminggu sebelum pelaksanaan Pacu Kuda, masyarakat sudah mulai deman Pacu Kuda dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadiri Pacu Kuda, terutama di kota Bukittinggi.

“Semua ekonomi masyarakat hidup waktu itu. Mulai dari Simpang Tembok menuju Lapangan Pacuan Kuda Bukit Ambacang, kita banyak menemukan orang menjual tiket atau karcis masuk untuk menyaksikan Pacu Kuda. Masyarakat yang tinggal disepanjang jalan itu, juga menyediakan jasa parkir dan berjualan makanan serta minuman. Sehingga masyarakat dapat menikmati hasil dari alek nagari tersebut,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, yang terjadi dulu, tidak lagi ditemukan sekarang ini. Kalaupun ada kegiatan Pacu kuda, tapi tidak terasa adanya alek nagari. “Yang ada hanya eforia pemilik kuda dengan pecandu pacuan kuda. Sehingga kegiatan tradisi tahunan itu kehilangan gezahnya,” ungkap H. Icu Zulkafril Dt.Bandaharo.

Menurut Calon DPD-RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat itu, pacu kuda bukan tontonan semata dan bukan pula entertaint. Melainkan pacu kuda Alek Nagari dan tradisi masyarakat Minangkabau yang telah turun temurun. Untuk itu perlu dibudayakan dan dilestarikan lagi. Apalagi pada saat sekarangh ini pacu kuda juga dapat dijadikan kegiatan kepariwisataan.

Dengan dilestarikan serta dimeriahkannya kegiatan pacu kuda ini, akan berdampak kepada ekonomi ,sosial dan kemasyarakatan. Pacu kuda harus dapat menciptakan silaturrhmi antar daerah. Ekonomi masyarakat juga meningkat. Peternak kuda juga dapat megembangbiakan kuda pacu untuk dijual. Dan daerah sendiri juga akan menikmati hasil dari dampak pacu kuda itu.

“Untuk itu, kepada kepala daerah bersama Pordasi diharapkan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memeriahkan setiap kegiatan pacukuda. Sehingga dengan kehadiran bersama itu akan dapat mengembalikan gezah Pacu Kuda di Ranah Minang,” ujarnya.

Kemudian, tambah Icu, pemerintah daerah bersama DPRD harus mendorong kegiatan Pacu Kuda ini agar dapat terlaksana dengan baik, terutama dalam penganggarannya, termasuk membina para peternak kuda.

Kedepan, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat ini memiliki lapangan Pacuan Kuda. Sehingga dengan lapangan Pacuan Kuda itu, daerah akan dapat berkembang dengan sendirinya dan juga dapat menambah kunjungan.

“Pada akhirnya, kegiatan pacu kuda di daerah dapat meningkatkan ekonomi masayarakat daerah itu sendiri,” jelas outra Koto Marapak, Ampek Angkek, Agam itu.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top