alterntif text

Kaba Terkini

Tiga Tahun INTAN, Realisasi PAD Tak Pernah Capai Target

Lubukbasung, KABA12.com — Jika dilihat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam tiga tahun terakhir, sejak kepemimpinan INTAN (Bupati Indra Catri dan Wakil Bupati Trinda Farhan Satria) masih belum mencapai target yang diharapkan.

Pada tahun 2016 pemerintah mematok target PAD sekitar Rp. 106.065.775.936, namun yang terealisasi sekitar Rp. 102.597.441.502.

Lalu pada tahun 2017 realisasi PAD kembali melemah hingga Rp. 99.513.150.926, dari target Rp. 101.455.139.076.

Kemudian di tahun 2018 lalu, capaian PAD sekitar Rp. 98.971.363.357 masih tidak sesuai target yang dipatok sebesar Rp. 107.229.627.526.

Kepala Bidang PAD 1 Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Agam, Emra Suspilip mengatakan banyak hal yang mempengaruhi capaian realisasi PAD semakin berkurang.

Diantaranya tentang pemindahan tanggungjawab atau wewenang yang biasanya ada di kabupaten sekarang dialihkan ke provinsi ataupun pusat, sehingga pendapat yang diharapkan dari sektor itupun menjadi hilang.

Serta adanya penyesuaian harga patokan mineral bukan logam dan bantuan (MBLB) yang ditetapkan Gubernur Sumbar sehingga tarif pengenaan pajak MBLB mengalami penurunan dari tarif sebelumnya.

Dijelaskan, adapun PAD Agam dari penerimaan pajak bersumber dari Pajak Hotel, Pajak Restaurant/Rumah Makan, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2), dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kemudian, pendapatan retribusi daerah yang bersumber dari Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Retribusi Pelayanan Parkir Ditepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, Retribusi Pasar Grosiran dan/atau Pertokoan, Retribusi Terminal dan retribusi lainnya.

Serta pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah seperti Penerimaan Jasa Giro, Pendapatan Denda Pajak dan Retribusi, Pendapatan BLUD, Dana Kapasitas JKN Pada FKTP dan lain-lainnya.

Emra Suspilip menyebutkan, berbagai macam upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Agam untuk meningkatkan penerimaan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi.


Mulai dari mempermudah pengurusan pembayaran pajak lewat ATM, menyentuh hati para wajib pajak seperti pemilik rumah makan ataupun restaurant, hingga memberikan reward kepada pejabat pengelola pendapatan pajak dan retribusi daerah yang ada di masing-masing OPD dan Kecamatan.

Kemudahan pembayaran melalui ATM menurutnya dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Kemudahan itu juga berlaku pada petugas yang berada disetiap kecamatan.

“Kita sudah mencoba kerjasama dengan Bank Nagari. Kita berharap masyarakat bisa lebih banyak membayar PBB melalui ATM karena sudah ada menu pembayaran disana. Ini juga akan mempermudah warga diluar daerah sehingga bisa membayar langsung di ATM tidak harus menunggu petugas pajak datang ke rumah untuk memungut pajak,” ujarnya.

Kemudian, menyentuh hati para wajib pajak seperti pemilik rumah makan ataupun restaurant dengan menyediakan bill (tagihan/bon), iklan promosi gratis lewat billboard wisata kuliner dan banner. Hal itu menurut Hendri ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak pemilik restaurant/ rumah makan.

Selain upaya meningkatkan kesadaran wajib pajak, Pemkab Agam juga memberikan perhatian lebih terhadap pengelola PAD baik yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD/SKPD) ataupun Kecamatan dalam bentuk reward/penghargaan.

Hal itupun dipertegas Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, melalui Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pemberian Penghargaan Dalam Bentuk Uang/Plakat Kepada Satuan Kerja Perangkat Pengelola Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Yang Berhasil Mencapai Atau Melebihi Target Penerimaan Sebelum Tanggal 17 Agustus Dan Akhir Tahun Berjalan.

Dimana sesuai Perbub tersebut, bagi pengelola pajak dan retribusi daerah yang mencapai atau melibihi target pada tanggal yang disebutkan akan menerima reward/penghargaan sebesar 1% dari target pajak atau retribusi yang ditetapkan.

Meski realisasi PAD belum mencapai terget yang diharapkan, namun upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak 2018, sedikit banyaknya telah membantu dalam meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi daerah Kabupaten Agam.

(Jaswit)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: PAD Tak Tembus Target Penerimaan Pajak Restaurant Meningkat – Kaba12.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top