Kaba Pemko Bukittinggi

DPRD Bukittinggi Rancang Perda Anti LGBT

Bukittinggi, KABA12.com — Kekhawatiran masyarakat akan bertambah dan berkembangnya jumlah warga yang terpapar kehidupan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Ranah Minang khususnya Bukittinggi membuat cemas kalangan DPRD Bukittinggi. Upaya pencegahan mulai dicarikan jalannya. Salah satunya, dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Anti LGBT.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bukittinggi, M. Nur Idris mengaku ngeri ketika mengetahui fakta, semakin banyaknya mereka yang terjangkit LGBT. Apalagi sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan kaum adat melalui LKAM Bukittinggi sudah mengirimkan surat kepada pemerintah kota dan DPRD kota Bukittinggi untuk segera menyusun aturan hukum yang mengatur pelarangan perilaku LGBT berada di kota Bukittinggi yang saat ini sudah mengkhawatirkan masyarakat.
M. Nur Idris mengaku sudah membicarakan persoalan LGBT ini ditingkat Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan serta beberapa anggota Fraksi-Fraksi yang ada di DPRD Bukittinggi. Intinya, DPRD Bukittinggi setuju agar dibentuk Perda Anti LGBT hampir sependapat bahwa LGBT harus diharamkan di Bukittinggi.

“Dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Khitabullah (ABS-SBK) yang dipegang masyarakat Minangkabau serta memperhatikan masukan dari berbagai kelompok masyarakat, maka sudah sepantutnya Perda anti LGBT dilahirkan,” ujar M. Nur Idris ketika melakukan Kunjungan Kerja konsultasi bersama anggota Komisi I DPRD Kota Bukittinggi kepada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kemensos RI di Jakarta, Jumat (01/02).

Dalam pertemuan di Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial itu rombongan Komisi I DPRD Kota Bukittinggi di terima oleh Kabiro Humas Kemensos Akifah Elansary dan Kabag Hubungan Antar Lembaga Kemensos Dian Setiawan. Sementara rombongan Komisi I DPRD Bukittinggi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Beni Yusrial (Gerindra) serta anggota Komisi I yakni; Syaiful Efendi (PKS), Dedi Fatria (PPP), Hj. Nursyida (PD), Jusra Adek (Golkar), Asri Bakar (Gerindra) dan Farale Sijabat (PDIP) serta staf DPRD Bukittinggi Ramon Arisa Putra dan Nandi.

Lebih lanjut, M. Nur Idris mengatakan, meski Program Pembentukan Perda (Propemperda) Sumbar tahun 2019 telah ditetapkan, melihat mendesaknya persoalan LGBT pihaknya berencana mengusulkan Propemperda yang ada agar direvisi, sehingga Ranperda anti LGBT bisa ikut masuk untuk dibahas tahun 2019.

Ketua Fraksi Partai PAN DPRD Bukittinggi itu menambahkan, jika tak disikapi dari awal, perkembangan LGBT akan sangat berbahaya. Sebab fenomenanya serupa  gunung es, dimana dia terus berkembang. Mereka yang sebelumnya tidak terjangkit, bukan tidak mungkin ikut terbawa-bawa. “Supaya tidak tumbuh dan berkembang lebih banyak lagi, harus diantisipasi. Salah satu antisipasinya dengan melahirkan aturan pelarangan. DPRD akan melahirkan Perda Anti LGBT,” tegas M. Nur Idris.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beni Yusrial juga mengingatkan masyarakat agar menjaga anak kemenakan untuk tidak terjerumus penyakit seksual menyimpang tersebut. “Anak dipangku, kemenakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, dijago nagari bia ndak jan binaso. Merujuk pada filosofi ini masyarakat diimbau turut mencegah hidupnya perbuatan yang merusak norma-norma dan tatanan adat,” ujar Beni Yusrial yang mendukung lahirnya Perda Anti LGBT.

Anggota DPRD Bukittinggi yang lain, Syaiful Efendi menegaskan, LGBT bukanlah fitrahnya manusia. Jika ada pihak yang mengatakan penyimpangan ini adalah sebuah kodrat, berarti yang bersangkutan menderita kelainan psikologi. “Allah tidak pernah menciptakan manusia terlahir LGBT. Semua agama juga menolak perilaku yang menyimpang dari fitrah ini,” tukas Syaiful yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Bukittinggi.

Begitu juga anggota DPRD Bukittinggi lainnya, Dedi Fatria juga mengaku, sama sekali tak meragukan angka-angka di pemberitaan media yang menyebutkan jumlah LGBT terbilang sangat tinggi di Sumbar dan Bukittinggi. Menurut dia data yang diinformasikan masyarakat tentang tingginya angka LGBT dan kemudian disajikan media adalah sesuatu yang sangat mungkin sekali.  Sebab, lanjut dia, dari data yang ada di Kementerian Kesehatan RI, angka mereka yang terkena penyakit HIV/AIDS yang disebabkan seks menyimpang memang tinggi. 

“Ditambah lagi kalau kita buka media sosial. Grup-grup LGBT itu jumlahnya mencapai puluhan, jadi kalau ada yang mengatakan jumlah gay dan atau penganut LGBT mencapai ratusan di Sumbar, itu sangat mungkin sekali,” papar Dedi Fatria.

Sementara itu, Farale Sijabat yang juga anggota Komisi I, menegaskan, harus ada gerakan masif dari semua lapisan masyarakat  dan pemerintah memerangi LGBT. “Kami sudah diskusi antara anggota komisi dan fraksi di DPRD membicarakan maraknya LGBT. Terkait pembentukan Perda untuk mengantisipasi, meskipun belum ada undang-undang yang mengatur, jika memang meresahkan masyarakat bisa saja dibuat Perdanya,” jelas Farale Sijabat.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });