Kaba Pemko Bukittinggi

Seorang Remaja Tega Buang Bayinya di Tempat Sampah

IV Koto, KABA12.com — Warga Agam dan Bukittinggi sekitarnya, digemparkan dengan penemuan sosok bayi perempuan, Kamis (24/01) malam.

Ironisnya, bayi malang itu ditemukan warga di lereng tempat pembuangan sampah jorong Caruak, nagari Koto Tuo, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah bayi itu diamankan, Polres Bukittinggi melalui jajaran Polsek IV Koto, langsung mendalami kasus tersebut. Alhasil, kurang dari 24 jam pihak kepolisian pun berhasil mengungkap kasus itu dan berhasil mengamankan sepasang kekasih yang diduga merupakan orang tua dari bayi malang itu.

Kapolsek IV Koto, Iptu Edi Yunasri, menjelaskan, setelah ada kasus penemuan bayi perempuan pada Kamis malam itu, jajarannya langsung melakukan penyelidikan. Alhasil dari hasil investigasi dan penyidikan itu, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka, GD (21) yang diduga merupakan ibu dari sang bayi dan DS (26) ayah dari bayi malang itu.

“Keduanya kita amankan Kamis malam itu juga, beberapa jam setelah penemuan bayi perempuan itu. Keduanya kita tangkap di dua lokasi berbeda. DS, si ibu bayi ditangkap di daerah Lubuk Buaya, Padang. Sedangkan GD, kita amankan di daerah Padang Luar, Agam,” ungkap Kapolsek.

Edi Yunasri memaparkan, kasus ini terungkap setelah mendapat informasi dari beberapa saksi, yang menceritakan bahwa GD mengalami pendarahan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Karena panik, ibu dari GD membawa anaknya ke RSAM Bukittinggi. Ketika dirawat di rumah sakit, Kakak ipar dari GD, datang membesuk.

“Ketika itulah, Kakak ipar GD mengetahui dari dokter ya g memeriksa GD, bahwa pendarahan yang terjadi pada adiknya itu, merupakan efek setelah adanya proses persalinan. Sang kakak ipar langsung emosi dan menanyakan kepada GD dimana bayi yang ia lahirkan. Dan GD pun mengaku telah membuangnya di tempat pembuangan sampah,” jelas Kapolsek IV Koto.

Setelah mendapat pengakuan dari GD, pihak keluarga dibantu warga sekitar mencari bayi itu dan menemukannya di lokasi yang telah diakui GD, Kamis malam itu. GD pun diketahui melarikan diri ke Lubuk Buaya dan DS, pacar dari GD bersembunyi di daerah Padang Lua.

“Kuat dugaan bayi perempuan dengan berat 4,5 kg, panjang 45 cm dan tali pusar masih utuh sepanjang 5 cm itu, merupakan hasil hubungan gelap GD dan DS. Saat ditemukan, ditemukan tanda kekerasan di bagian leher sang bayi yang ditemukan dalam kondisi meninnggal dunia itu,” tambahnya.

Kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolsek IV Koto untuk proses lebih lanjut. Keduanya dikenakan pasal 340 KUHP.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tuo, Efendi DT. Pangeran, menyampaikan, kedua pasangan itu, diketahui belum menikah. Sehingga kuat dugaan bayi malang itu, merupakan hasil hubungan gelap mereka.

“Informasi yang kita dapat, mereka merupakan pasangan satu suku dan satu penghulu. Diduga kehamilan dari GD sebelumnya tidak diketahui pihak keluarga. Sehingga diperkirakan, Rabu pagi, GD melahirkan anaknya seorang diri dan membuang bayi itu ke tempat pembuangan sampah, lalu pulang ke rumah. Setelah di rumah GD mengalami pendarahan dan dilarikan sang ibu ke RSAM. Disanalah cerita ini terungkap,”jelas Wali Nagari.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top