Kaba Pemko Bukittinggi

Lampu Taman Mati, Tanggung Jawab Siapa?

Bukittinggi, KABA12.com — Bukittinggi terus bersolek. Taman dan trotoar kota dipercantik agar dapat dinikmati pengunjung, sepanjang hari.

Namun, beberapa minggu terakhir, keindahan kota itu, mulai kurang dinikmati warga pada malam hari, karena banyak lampu taman yang mati dan sepatutnya harus diperbaiki oleh pamerintah kota.

Lampu taman yang banyak mati itu, ada di Taman Tugu Proklamator Bung Hatta,Taman DBD Simpang RSAM, Taman Edukasi Simpang Surau gadang, Lampu bangku wisata di jalan Sudirman dan depan DPRD, serta beberapa titik lainnya.

Kondisi lampu taman yang mati itu, terkadang dimanfaatkan oknum pasangan muda mudi untuk lokasi berpacaran. Lokasi yang remang-remang itu, dijadikan kesempatan bagi mereka untuk duduk dan melakukan hal yang mengarah pada kemaksiatan.

Kondisi ini diakui Walikota telah mendapatkan laporan tentang hal tersebut. Walikota pun juga telah memerintahkan Dinas PU-PR untuk mendata lampu taman yang mati itu. Namun setelah beberapa hari kerusakan itu belum juga diperbaiki.

Sekretaris Dinas PU-PR Bukittinggi, Rahmat AE, mengakui sudah memberitahukan bidang terkait untuk melakukan pendataan. Namun Rahmat AE juga menjelaskan, sebenarnya untuk perbaikan lampu lampu taman itu berada di Dinas pariwisata.
“Kalaupun kita dari Dinas PU yang akan memperbaikinya, tentu harus ada penyerahan asset itu kepada Dinas PU-PR,” jelas Rahmat AE.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata, Erwin Umar, menyatakan kesiapan dinas yang dipimpinnya untuk memperbaiki lampu taman yang mati itu. Namun ia juga sangat menyayangkan belum adanya penyerahan asset itu dari Dinas PU-PR kepada Dinas pariwisata. “Jadi Dinas Pariwisata pun tidak bisa untuk memperbaikinya,” jelas Erwin Umar.

Dengan saling lempar bola itu, tentunya belum dapat dipastikan, siapa yang harus bertanggung jawab dengan lampu taman tersebut. Hal ini patut menjadi perhatian serius, agar tidak timbul kesan pembiaran, sehingga oknum muda mudi tidak lagi memanfaatkan situasi ini.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });