Kaba Pemko Bukittinggi

Kelengkapan Data Indikator Kota Sehat Butuh Percepatan

Bukittinggi, KABA12.com — Forum kota Sehat Kota Bukittinggi (FKS) bersama pemerintah kota Bukittinggi, kembali mengadakan rapat koordinasi, guna persiapan penilaian kota sehat tahun 2019.

Rapat dihadiri langsung Wakil Walikota bersama tim pembina FKS Bukittinggi, di aula Bapelitbang, Rabu (09/01).

Sekretaris Forum Kota Sehat Bukittinggi, Yuniati, menjelaskan, hingga saat ini masih banyak data dari SKPD terkait dengan enam tatanan yang akan diajukan dalam penilaian, masih belum dilengkapi. Hal ini butuh percepatan dan penegasan dari kepala daerah, agar data yang dibutuhkan itu segera dilengkapi karena akan dimasukkan dalam sistem berbasis komputer.

“Penilaian saat ini lebih memakan waktu, karena harus di entry dalam sistem atau program yang telah dibuat dari pusat. Sementara, sampa saat ini masih banyak data yang belum dilengkapi SKPD sesuai enam tatanan yang akan kita ajukan. Padahal, sudah berulang kali kami dari forum mengkomunikasikan hal ini dengan pihak terkait,” ujar Yuniati.

Untuk itu, lanjut mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi ini, butuh dukungan dari Walikota dan Wakil Walikota, agar hal ini dapat segera dilengkapi. Selain itu, FKS juga tengah nenyusun sejumlah inovasi untuk mendukung penilaian kota sehat dan SKPD terkait tatanan itupun juga diharapkan dapat menyertakan data inovasi yang telah dan sedang dikerjakan dalam rangka mewujudkan kota dan masyarakat yang sehat.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, didampingi Ketua Pembina FKS Bukittinggi Baharyadi, menegaskan langsung kepada SKPD tekait dari enam tatanan itu, untuk segera dilengkapi dan bersama-sama mewujudkan Bukittinggi sebagai kota aehat dan merebut penghargaan Swastisaba Wistara.

“Kami minta hal ini segera dituntaskan. Beberapa pihak malahan telah mulai berbuat, seperti kelurahan Aua Kuniang dan Pakan Kurai telah membuat gang sehat. Artinya, masyarakat kita sudah mulai meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat dan tentu saja berpengaruh pada penilaian kota sehat. Ini harus kita dukung bersama dan dipertahankan serta ditingkatkan. Makanya data yang dibutuhkan dalam penilaian harus segera dipersamakan dengan FKS,” ujar Irwandi.

Lebih lanjut, Wawako menjelaskan, sebenarnya inovasi yang dibutuhkan untuk setiap tatanan sudah dimiliki oleh pemerintah kota. Seperti pembangunan RSUD, program Sekolah keluarga, pembangunan embung dan menaikkan air dari Ngarai untuk pemenuhan air bagi masyarakat.

Selain itu juga ada tempat bermain ramah anak, pembangunan pedestrian yang ramah untuk segala kalangan termasuk masyarakat disabilitas. Sehingga dengan rencana pembangunan kota pedestrian, akan mengurangi polusi.

“Ini tentu sudah menjadi inovasi bagi kita. Tapi tidak bisa berbicara saja tanpa data. Inibyang harus segera dilengkapi dan segera diinput dalam sistem,” tegasnya.

Keenam tananan yang disiapkan itu diantaranya, Kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat, kawasan tata tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kehidupan sosial yang sehat.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top