Kaba Pemko Bukittinggi

Tim Gabungan Sidak Pangkalan Gas 3 Kg

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah kota Bukittinggi melalui bagian perekonomian, lakukan sidak dan monitoring terhadap pangkalan gas 3 kg di kota Bukittinggi, Selasa (18/12).

Sidak dan monitoring ini juga langsung diikuti tim gabungan dari Polres Bukittinggi, Satpol PP, Dinas UKM dan Perdagangan, Kesbangpol serta pihak Pertamina sendiri.

Peninjauan dilaksanakan ke beberapa pangkalan yang diawali dengan daerah Pintu Kabun hingga kawasan By Pass. Tim melalukan pengecekan terkait harga dan pengisian log book yang telah disediakan.

Kabag Perekonomian Setdako Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan, sidak dan pemantauan terhadap pangkalan gas 3 kg ini, merupakan tindak lanjut dari beberapa kali hasil rapat dengan pihak terkait tentang aturan pendistribusian gas elpiji bersubsidi 3 kg. Karena memang, masih banyak laporan masyarakat yang mengeluhkan penjualan gas 3 kg oleh pangkalan, dengan harga di atas Rp 17.000-.

“Setap pangkalan harus menjual gas subsidi 3 kg, kepada masyarakat, terutama warga sekitar pangkalan, sampai satu hari sebelum gas dari agen datang. Pada saat satu hari sebelum gas dari agen datang itulah, pangkalan baru boleh menjual sisa yang belum dijual ke masyarakat kepada pengecer dan itupun kuotanya tidak boleh lebih dari 40 persen,” jelas Rismal didampingi Rano Yulianto salah seorang staf dari PT.Pertamina Padang.

Rismal menegaskan, gas elpiji 3 kg bersubsidi, tidak dibenarkan digunakan lagi oleh PNS, anggota TNI Polri, hotel, resoran, pelaku usaha besar dan masyarakat menengah atas.

“Sesuai edaran Walikota, gas elpiji 3 kg, hanya boleh dijual atau digunakan oleh masyarakat menengah kebawah dan pelaku usaha kecil menengah,” tegasnya.

Dari hasil pemantauan hari ini, tim gabungan menemukan masih adanya kejanggalan dan juga beberapa adanya pelanggaran. Diantaranya tidak mengisi logbook, sebagai buku kontrol penjualan gas elpiji 3 kg bersubsidi.

Sementara, untuk harga penjualan, masing-masing agen mengaku masih menjual dengan harga Rp 17.000,- dan beberapa juga mengaku lebih dari harga yang ditentukan.

“Kita sudah peringatkan setiap agen untuk kembali mengisi log book dan menjual gas sesuai harga yang ditentukan. Untuk yang mengaku menjual harga Rp 17.000, kita apresiasi, namun harus dapat dibuktikan dan akan kita crosscek secara rutin. Jika kedepan masih ada yang terbukti melanggar, akan kita tindak secara hukum dan pemutusan hubungan usaha,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top