Kaba Terkini

Perhutanan Sosial Solusi Polemik Tanah Ulayat

Lubukbasung, KABA12.com — Polemik masyarakat dengan negara terkait tanah ulayat kaum adat yang berada di hutan negara, ternyata dapat dicarikan solusinya. Menurut Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya, Afniwirman mengatakan salah satu jalan keluarnya dengan cara pembentukan Perhutanan Sosial, dimana masyarakat dapat memanfaatkan hutan dengan syarat mengurus beberapa dokumen penting dan berjanji untuk menjaga hutan tersebut.

“Ada dua pemahaman, dari sisi masyarakat menganggap hutan itu tanah ulayatnya, tapi disisi lain negara menganggap itu hutan negara. Karena kita hidup di negara hukum tentu hukum berlaku maka persoalan konflik lahan masyarat dengan negara salah satu solusinya dengan bentuk perhutanan sosial, artinya walapun milik negara, namun negara memberikan hak kepada masyarakat untuk memanfaatkannya,” ujar Afniwirman.

Ia menjelaskan, saat ini untuk di wilayah Agam sudah terdapat 14 perhutanan sosial yang sudah memiliki izin/legal, dengan skema 3 Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan 11 Hutan Nagari/Desa.

Ke 14 lokasi perhutanan sosial itu yaitunya, 200 Ha di Silayang dan 127 Ha di Kampung Melayu Kecamatan Lubukbasung, 300 Ha di Nagari Sitalang Kecamatan Ampeknagari, 300 Ha di Nagari Baringin Kecamatan Palembayan, 250 Ha di Nagari Kotokaciak Kecamatan Tanjungraya, 228 Ha di Matua Mudiak Kecamatan Matua.

Kemudian 300 Ha di Kototangan Kecamatan Tilatangkamang, 300 Ha di Kamanghilia dan 300 Ha di Kamang Mudiak Kecamatan Kamangmagek. 300 Ha di Simarasok dan 250 Ha di Padangtarok Kecamatan Baso, 600 Ha di Kotorantang, 768 Ha di Pagadih dan 1.000 Ha lebih di Nagari Pasialaweh Kecamatan Palupuah.

“Prosedur pengurusannya sudah tertera di Peraturan Menter LHK Nomor 83 tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial. Yang jelas prinsip dari perhutanan sosial itu adalah bagaimana masyarakat mengelola kawasan hutannya, hutan terjaga masyarakat dapat manfaat terutama dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian,” sebutnya.

Afniwirman menambahkan, disamping menjadi solusi atas konflik tanah ulayat, perhutanan sosial sudah pasti menjadi sumber kehidupan.

“Hutan itu sudah bisa dipastikan jadi sumber kehidupan. Walapun berada di pantai sekalipun tapi hutan berpengaruh, seperti contoh di daerah Tiku V Jorong, dampak dari hutan yang telah rusak, mengakibatkan banjir, longsor, terjadi kekeringan sawah tidak panen, karena tidak ada hutan yang akan meresapi dan penahan air, itu akibat dari penebangan pohon-pohon secara liar. Olehsebab itu, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menjaga hutan,” ingatnya.

Disisi lain, salah satu pengalaman Ketua Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kampung Melayu Saiyo Lubukbasung, Zulkarman tentang polemik tanah ulayat yang berada di hutan negara menurutnya perhutanan sosial itu benar dapat menjadi solusi.

Dikatakan masyarakat Kampung Melayu Jorong Balaiahad Nagari Lubukbasung sebelumnya telah lama melakukan aktifitas budidaya tanaman tahunan dan kayu-kayuan yang dijalankan secara turun temurun diwilayah yang sekarang menjadi HKm. Menurut mereka, lokasi itu adalah tanah ulayatnya, tapi ternyata areal tersebut termasuk lahan yang belum dibebani hak atas tanah, dengan kata lain lahan tersebut merupakan hutan negara dengan fungsi produksi.

“Hal tersebut membuat kami tidak leluasa beraktifitas, karena dimata hukum kami telah melakukan aktifitas yang illegal dan melawan hukum, hal ini berakibat setiap program yang kami rencanakan untuk peningkatan taraf hidup tidak bisa dikabulkan. Kemudian kami mendapat informasi bahwa ada kebijakan pemerintah disektor kehutanan dapat memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan negara dengan nama perhutanan sosial. Kurang lebih sekitar 7 bulan pengurusan dokumen perizinan, akhirnya Menteri LHK mengeluarkan izin tersebut dengan SK, sekarang kami merasa lega karena aktifitas kami dilahan tersebut menjadi legal, bahkan malah mendapatkan bantuan-bantuan untuk peningkatan usaha dari pemerintah,” ungkapnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top