Kaba Terkini

Kayu Tak Bertuan Diamankan KPHL Agam Raya

Ampeknagari, KABA12.com — Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Agam Raya temukan 5,2904 meter kubik atau 216 batang kayu tak bertuan dikawasan perhutanan Batupalano Jorong Tandikek, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampeknagari Kabupaten Agam, Selasa (06/11) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala UPTD KPHL Agam Raya, Ir. Afniwirman mengatakan kayu-kayu dengan ruas beragam itu ditemukan dalam operasi fungsional yang dilakukan pihaknya ke daeah-daerah yang dianggap rawan akan kasus illegal loging.

“Kemaren kami melakukan operasi fungsional ke kecamatan Ampeknagari, setelah berkomunikasi dengan Walinagari dan Jorong setempat dinyatakan tidak ada informasi bahwa masyarakatnya membutuhkan kayu atau mengambil kayu. Namun setelah kami cek ke lapangan ternyata ditemukan tumpukan kayu yang telah dipotong dengan ukuran beragam, seperti 4 dan 6 meter, di pinggir jalan hutan produksi yang berbatsan langsung dengan hutan lindung,” ungkapnya pada KABA12.com, Rabu (07/11).

Lebih lanjut Afniwirman mengatakan setelah menemukan tumpukan kayu tersebut, pihaknya langsung menanyai warga dan perangkat nagari setempat tentang pemilik kayu tersebut.

Namun karena tidak ada yang mengetahui siapa pemiliknya, kayu-kayu itu dibawa dan diamankan di kantor UPTD KPHL Agam Raya di Lubukbasung.

Menurutnya, kayu tersebut diduga ditebang dari hutan lindung, lantaran posisi PK ditemukan di kawasan hutan produksi yang berbatasan langsung dengan hutan lindung, “potongan kayu ini berasal dari pohon yang besar dan tidak mungkin kayu ini berasal dari hutan produksi, dan kami meyakini kayu tersebut berasal dari hutan lindung karena posisinya berbatsan langsung,” sebutnya.

Afniwirman menyebutkan pihaknya tengah mencari pemilik kayu-kayu tersebut.

“Kita sudah surati pihak nagari setempat untuk mengumumkan kepada masyarakatnya tentang penemuan kayu itu. Jika ada warga yang mengakui itu miliknya, dapat mengambil kayu-kayu tersebut ke kantor KPH Agam Raya di Lubukbasung dengan bukti membawa berkas dokumen dan menunjukkan bekas tunggul penebangannya, kami akan cek langsung. Jika terbukti benar kami siap untuk mengembalikan kayunya,” jelas Kepala UPTD KPHL Agam Raya itu.

Akan tetapi lanjut Afniwirman, jika hal tersebut tidak dapat dibuktikan, maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum, karena telah melanggar UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp. 1 milyar.

“Kita khawatir masyarakat masih melakukan aksi menebang pohon dalam kawasan hutan lindung, karena dilain sisi sekarang daerah kita sudah sama kita lihat banyak musibah bencana seperti banjir dan longsor, itu dampak dari kerusakan hutan kita. Kami melakukan ini untuk efek jera sebagai penyadaran kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan operasi fungsional tersebut masih akan terus dilakukan dengan sasaran wilayah rawan kasus illegal loging, seperti di Tanjungraya, Palembayan, Malalak, Baso, dan Palupuah.

“Jumlah hutan lindung dan hutan produksi di wiliyah kerja KPH Agam Raya yang mencakup Agam, Payakumbuh dan beberapa kecamatan di Limapuluhkota kurang lebih seluas 57.778 hektar. Sementara untuk di Agam terdapat sekitar 37.000 hektar hutan lindung dan 25% hutan produksi. Dari jumlah tersebut ada sekitar 20% mengalami kerusakan akibat penebangan secara liar,” tambahnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top