Hukum dan Kriminal

Enam Pasangan Illegal Diamankan Satpol PP

Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 6 pasang remaja berhasil diamankan oleh Satpol PP dan tim SK4 kota Bukittinggi, ketika menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kota Bukittinggi, Sabtu, (20/10) malam.

Razia Pekat yang dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi Syafnir, dibagi menjadi dua tim yang bergerak menyisir tempat tempat hiburan, hotel-hotel melati, dan penginapan yang diduga dijadikan tempat untuk melakukan perbuatan terlarang.

Dari razia yang dilakukan itu, berhasil diamankan 6 pasangan ilegal yang diduga melakukan pelanggaran. Tiga pasang diantaranya diamankan pada kamar hotel yang berbeda, dua pasang diamankan disalah satu tempat hiburan atau karaoke dan satu pasang remaja berhasil diamankan tim SK4 karena kedapatan nongkrong sudah lewat larut malam.

“Dari razia yang kita lakukan, tim berhasil mengamankan enam pasangan yang diduga melakukan pelanggaran. Mereka yang diamankan ini kemudian kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk diproses dan dilakukan pembinaan,” jelas Syafnir.

Ia menuturkan, razia pekat yang dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan Bukitinggi sebagai kota wisata yang bebas dan terhindar dari perbuatan maksiat. Selain itu bagaimana pelaku wisata seperti tempat hiburan dan pengelola hotel dapat mematuhi ketentuan dan peraturan yang ada. Dimana hotel hotel dan penginapan dilarang menerima tamu untuk pasangan yang illegal atau pasangan yang tidak sah.

Kemudian untuk tempat hiburan atau karaoke juga dilarang untuk melakukan kegiatan lewat dari jam 12 malam. Dalam tempat karaoke itu sendiri, pengunjung juga dilarang berdua-duaan atau berpasang-pasangan didalam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perbuatan yang berbau maksiat.

“Mereka yang terjaring kemudian diproses Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk membuktikan terjadinya suatu pelanggaran. Apabila ditemukan dan terbukti pelanggaran oleh penyidik, mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum),” tutur Syafnir.

Menurut Syafnir, sanksi tidak hanya diberikan kepada mereka yang terjaring, namun penyedia tempat hiburan atau karaoke juga akan dipanggil dan dikenakan sanksi sesuai Perda, seperti saksi adiministratif yaitu teguran pertama, kedua dan ketiga. Apabila terus berlanjut melakukan pelanggaran, maka penyedia tempat hiburan tersebut akan dikenakan sanksi Perda berupa denda Rp 500 Ribu, bahkan pelanggarannya bisa diajukan ketindak pidana ringan (tipiring) dan bermuara pada pencabutan izin operasional dari kegiatan pengelola tempat hiburan yang bersangkutan.

Ia menambahkan, Razia pekat ini rutin di laksanakan secara berkala. Secara umum tim SK4 dan personil Satpol PP juga tetap memantau kegiatan Pekat ini tiap malam, yang akan mengawasi setiap bentuk pelanggaran pada malam hari. “Hal ini kita lakukan agar Bukittinggi bebas dari pekat dan perbuatan maksiat lainnya,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top