Kaba Terkini

Imunisasi MR di Agam Baru 16%, Vaksinasi Diperpanjang

Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menyatakan masa imunisasi measless rubella (MR) massal diperpanjang sampai akhir Oktober 2018.

Hal itu setelah Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran No SR02.06/Menkes/573/2018 perihal Waktu Pelaksanaan Imunisasi Meales Rubella.

“Isi surat ini intinya memperpanjang masa imunisasi rubella sampai akhir Oktober karena capaian secara nasional masih rendah,” ujar Kadinkes Agam dr. H. Indra Rusli pada KABA12.com di ruang kerjanya Selasa, (09/10).

Dr. Indra menyebutkan, capaian pemberian imunisasi MR di Kabupaten Agam baru 16% dari target 95% yang diharapkan, “baru 22.068 anak dari target 135.000 anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun,” sebutnya.

Ia pun tidak terlalu yakin akan mencapai target 95% yang diharapkan pemerintah. Karena kondisi real dimasyarakat, pemberian vaksin tersebut tidak dapat dipaksakan.

“Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengupayakan pencapaian terget itu. Karena kita dari awal sudah katakan pemberian imunisasi ini tidak ada unsur pemaksaan dan keterpaksaan, karena ini juga menyangkut akidah yang dipercayai masyarakat. Kita tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Agam itu mengatakan secara kasus, penyakit campak untuk di Kabupaten Agam memang tidak terlalu signifikan.

Hanya saja, dia bersama dengan jajarannya petugas kesehatan disetiap Faskes ataupun Posyandu tetap mengajak dan mengimbau kepada orangtua untuk mengimunisasi anak-anak yang masih berusia 15 tahun kebawah.

“Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi cambak dan rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular. Karena campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Sedangkan Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari Ibu hamil pada trismester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan,” jelas dr. Indra Rusli.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top