Hukum dan Kriminal

Mulai Makan Korban Pemkab Agam Bakal Tindak Penyedia Minuman Keras

Lubukbasung, KABA12.com — Pemkab. Agam melalui Satuan Polisi Pamong Praja Agam bakal menindak tegas cafe-cafe penyedia minuman keras (miras) yang berada di salingka Danau Maninjau Kecamatan Tanjungraya.

Pasalnya, satu orang warga meninggal dunia dan dua warga dilarikan ke rumah sakit pasca menenggak miras di Nagari Duokoto Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Agam, Selasa (02/09).

Baca Juga : Usai Konsumsi Miras, 1 Warga Maninjau Meninggal, 2 Dirawat

Kasatpol PP dan Damkar Agam melalui Kasi Trantib Ali Akbar mengatakan pihaknya akan menyelidiki warung dan cafe tempat korban membeli minum-minuman keras tersebut untuk ditertibkan sesuai Perda Kabupaten Agam Nomor 6 tahun 2009 tentang Penanggulangan Minuman Keras.

“Kita akan razia minuman yang dijual disana, jika melebihi kadar alkohol seperti yang diatur di dalam Perda, akan kita amankan. Serta sanksi tegas kita berikan terkait izin usahanya, kalau tidak ada izin usahanya kita berikan surat peringatan dengan waktu 2 kali 7 hari jika tidak, kita tutup,” tegasnya.

Hal itupun mendapat dukungan dari anggota DPRD setempat.
Dimana Ketua Komisi I DPRD Agam Feri Adrianto menyebut Satpol PP sebagai penegak Perda harus tegas dalam penanggulangan peredaran miras di Kabupaten Agam.

“Kita turut prihatin atas kejadian yang menimpa warga Nagari Duokoto Kecamatan Tanjungraya tersebut. Karena sesuai Perda Agam nomor 6 tahun 2009 telah menegaskan adanya sanksi tipiring terhadap orang yang menjual, dan orang yang membeli/mengkonsumsi miras. Ada pidana kurungan dan atau denda paling banyak Rp. 30.000.000.,” sebutnya.

Kejadian itupun mendapat sorotan Advocates, Assistance of Advocate, Registered Mediator & Tax Consultant dari Kantor Hukum Anwar & Ayatullah Law Firm yang berkantor di Jakarta Selatan. Dr (c). Anwar Sadat Tanjung, S.H., M.H., C.M didampingi partner hukumnya Riri Gusda, S.H yang merupakan Anak Nagari Duokoto Tanjungraya menyebutkan bahwa penjual minuman keras yang dimana sifatnya bisa membahayakan terhadap orang lain, dapat dipidanakan, dimana hal tersebut diatur dalam pasal 204 ayat 2 KUHP yang menyebutkan seseorang yang menjual sesuatu yang sifatnya berbahaya dan menyebabkan kematian akan dihukum penjara hingga 20 tahun.

Tidak hanya itu, pelaku penjual minuman keras juga terkena Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara.

“Dengan begitu diharapkan mereka jera, bukan hanya sekedar sanksi tipiring sesuai Perda Agam Nomor 6 tahun 2009,” ujarnya pada KABA12.com.

Ia berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Agam umumnya dan warga Nagari Duokoto khususnya.

“Ini pelajaran berharga untuk kita semua terkhusus bagi warga Duokoto.
Penutupan terhadap warung/cafe yang menjual miras apabila tidak memiliki izin edar yang sah, dan izin tempat hiburan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan,” sampainya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top