Pariwara Pemko Bukittinggi

Kontrak Ditandatangani Pembangunan Pasar Atas Dimulai

Bukittinggi, KABA12.com — Banyaknya keraguan yang hadir di tengah masyarakat, terkait pembangunan kembali Pasar Atas Bukittinggi, terjawab sudah. Senin (20/08), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penandatanganan kontrak bersama, pekerjaan pembangunan Pasar Atas Bukittinggi antara PPK Pelaksanaan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumatera Barat dengan Direktur Utama PT. Brantas Abipraya (Persero) KSO PT.Penta Rekayasa.

Penandatanganan kontrak tersebut, disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan dan Menteri PUPR serta Walikota Bukittinggi, di ruang Pendopo Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR Republik Indonesia, Jalan Patimura Kebayoran Baru Jakarta selatan.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyebutkan, Kementerian Perdagangan menyerahkan kegiatan pelaksanaan pembangunan Pasar Atas Bukittinggi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pembangunan kembali Pusat Pertokoan Pasar Atas Bukittinggi telah tercatat dalam APBN dengan pagu anggaran sebesar Rp 354 Miliar.

Namun dalam proses tender yang dimenangkan PT.Brantas Abi Praya nilai terkontrak sebesar Rp 292 Miliar lebih. Pekerjaan salah satu jantung ekonomi warga Bukittinggi ini ke Kementrian PUPR, dilakukan agar memiliki kualitas yang lebih baik.

“Dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu saya memohon persetujuan Presiden agar setiap pembangunan diserahkan pada ahlinya. Jadi pembangunan pasar, sekolah dan lainnya mohon diserahkan ke PUPR. Bukan hanya karena tugasnya tapi dalam pelaksanaannya tidak ada yang lebih baik dari PUPR dalam pembangunan,” ujar Enggar.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun berharap pembangunan pasar tersebut bisa diselesaikan tepat waktu agar perekonomian masyarakat kembali cepat bergerak. Bahkan, konsep bangunan Pasar Atas nantinya, akan menjadi percontohan di Indonesia.

“Pasar Atas Bukittinggi akan dibangun dengan konsep green building atau gedung hijau. Dimana, Pasar Atas akan menjadi percontohan pasar di Indonesia,” ungkapnya.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan, awal kerjasama sinergi antar lembaga ini sesuai yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.

Untuk pekerjaan Pasar Atas ini, Kemwntrian PUPR meminta kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, dapat memberi contoh kepada pelaksana proyek di daerah, agar memperhatikan kaidah yang baik dan benar dalam melaksanakan pembangunan.

“Kami ingin para mitra, bisa membangun dengan baik dan memberi contoh kepada pelaksana di daerah. Bagaimana melakukan pembangunan yang baik sesuai kaidah, sehingga jadi contoh, salah satunya, untuk K3-nya (kesehatan dan keselamatan kerja),” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan sangat bersyukur dengan telah ditandatanganinya kontrak bersama pembangunan Pasar Atas.

Hal ini menunjukkan, bahwa pembangunan akan segera dimulai dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan ini.

Pembangunan Pasar Atas dilaksanakan kontrak tahun jamak 495 hari secara KSO oleh PT Brantas Abipraya dan PT Penta Rekayasa dengan target selesai 27 Desember 2019.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat kota Bukittinggi, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan ini. Begitupun kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD kota Bukittinggi yang selalu memberikan dorongan dalam setiap pembangunan di Kota Bukittinggi, serta kepada segenap masyarakat kita butuhkan dukungan dan doanya agar pembangunan ini cepat selesai sesuai dengan harapan kita bersama,” ungkap Ramlan.

Pada penandanganan kontrak bersama yang dilakukan tersebut disamping penandatangan kontrak Pasar Atas Bukittinggi juga dilakukan penandatangan kontrak bersama terhadap Renovasi dan Pembangunan Stadion Manahan Solo dan Penandatangan Kontrak Bersama Rehabilitasi Pasar Johar Kota Semarang.

Upaya pemerintah kota dalam memulihkan kembali ekonomi warga melalui pembangunan Pasar Atas ini, bukan dijalani dengan mudah.

Banyak rintangan yang dihadapi pemerintah, dibawah kepemimpinan H. M. Ramlan Nurmatias, SH dan H. Irwandi, SH.

Sejak musibah kebakaran Pasar Atas 30 Oktober 2017 lalu, pemko langsung gerak cepat, mengupayakan bagaimana pedagang dapat segera kembali berusaha.

Setelah diskusi dan musyawarah dengan perwakilan pedagang, akhirnya, disepakati lokasi pasar penampungan di tempat yang telah dibangun saat ini.

Namun, pemko juga terkendala dengan kurangnya dana APBD untuk pembangunannya. Namun berkat kerja keras bersama, alhasil, dengan bantuan BUMN, BUMD, Baznas serta sejumlah donatur lainnya, pembangunan penampungan yang representatif, dapat dilaksanakan.

Pembangunanya pun dilaksanakan sesuai jumlah korban kebakaran yang terdaftar di Dinas Pasar.

Tidak sampai disitu, pemko juga masih menerima ganjalan lainnya, seperti dituding melakukan pelanggaran dan maladministrasi.

Namun hal tersebut, bukan menghentikan langkah Ramlan-Irwandi, malahan menjadi motivasi untuk lebih kerja keras berbuat untuk masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

Bahkan, tudingan itupun dapat dijawab langsung dengan keluarnya keputusan Ombudsman RI perwakilan Sumbar, bahwa pemerintah kota tidak melakukan pelanggaran sesuai laporan yang dimasukkan.

Keraguan pun masih tetap saja disampaikan sejumlah warga, apakah Pasar Atas ini benar-benar akan dibangun atau tidak. Bahkan, tak ragu-ragu, sejumlah komentar pedas disampaikan netizen melalui media sosial.

Namun, seperti biasanya, komentar itu tidak menyurutkan langkah pemko.

Setiap proses dijalani oleh Walikota, Wakil Walikota bersama Sekda dan OPD serta dukungan penuh DPRD Bukittinggi, dengan sabar dan tetap sesuai aturan hukum yang berlaku.
Kini, semua kerja keras itu, kini menuai hasil positif.

Penandatanganan kontrak yang dilaksanakan di Kementrian PUPR, Senin (20/08) itu, menjadi salah satu bukti akan segera terealisasinya pembangunan Pasar Atas Bukittinggi.

Seluruh pihak berharap, pembangunan fisik dapat dilaksanakan dalam waktu dekat dan prosesnya sesuai dengan masa kontrak.

Sehingga diawal 2020 mendatang, Pasar Atas sudah dapat difungsikan dan kembali menjadi salah satu pusat perekonomian warga.

Pasar Atas Akan Jadi Pasar Percontohan di Indonesia

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penandatanganan kontrak bersama, pekerjaan pembangunan Pasar Atas Bukittinggi. Penandatanganan dilakukan langsung PPK Pelaksanaan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumatera Barat dengan Direktur Utama PT. Brantas Abipraya (Persero) KSO PT. Penta Rekayasa, di ruang Pendopo Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR Republik Indonesia, Jalan Patimura Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (20/08).

Penandatanganan kontrak tersebut, disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan dan Menteri PUPR serta Walikota Bukittinggi.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyampaikan, tender pembangunan kembali Pusat Pertokoan Pasar Atas Bukittinggi dimenangkan PT. Brantas Abi Praya, dengan nilai kontrak sebesar Rp 292 Miliar lebih.

Pihak Kementrian merencanakan Pasar Atas dibangun dengan prinsip bangunan gedung hijau. Dimana, bangunan Pasar Atas nanti merupakan bangunan yang hemat energi, tidak terlalu banyak menghasilkan emisi karbon. Nantinya akan banyak cross ventilasi, sehingga sirkulasi udaranya baik.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun berharap pembangunan pasar tersebut bisa diselesaikan tepat waktu agar perekonomian masyarakat kembali cepat bergerak. Bahkan, konsep bangunan Pasar Atas nantinya, akan menjadi percontohan di Indonesia.

“Pasar Atas Bukittinggi akan dibangun dengan konsep green building atau gedung hijau. Dimana, Pasar Atas akan menjadi percontohan pasar di Indonesia,” ungkapnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top