Bukittinggi

Konstruksi Sarang Laba-Laba Pondasi Ramah Gempa

Bukittinggi, KABA12.com — Sumatera Barat, memang menjadi salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Bahkan, sejumlah ahli konstruksi dunia, mengibaratkan Sumbar menjadi ibukota gempa dunia. Hal ini disampaikan bukan tanpa alasan. Intensitas dan frekuensi gempa yang terjadi di wilayah Sumatera Barat, memang lebih besar dan banyak terjadi dibanding daerah lain.

Untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, khususnya korban jiwa dan juga kerugian materil dari dampak gempa yang terjadi, setiap bangunan direkomendasikan untuk menggunakan kontruksi sarang laba-laba. Konstruksi ini, memang menjadi salah satu pilihan tepat, untuk mengantisipasi bangunan roboh akibat gempa bumi.

Ir. Ryantori, penemu kontruksi sarang laba-laba (KSLL), menjelaskan, kontruksi yang ia temukan bersama Ir. Sutjipto dibawah bimbingan mentor Prof. DR. Ir. Rooseno ini, merupakan kontruksi yang dapat digunakan untuk pondasi bangunan ramah gempa. Penemuan yang audah menjadi hak paten dari Ryantori ini pun telah mendapat pengakuan dari dunia, dibuktikan dengan adanya penghargaan rekor muri dunia, terkait kontruksi pertama di dunia yang dapat menyelamatkan bangunan yang diguncang gempa dengan kekuatan 9,3 SR.

“Kami telah menemukan kontruksi ini sejak tahun 1976. Alhasil selama 8 tahun berdiskusi dengan mentor kami Prof. Rooeseno, KSSL menjadi kontruksi terbaik saat ini untuk fondasi bangunan ramah gempa dan telah mendalat pengakuan dunia.  hubKini pun telah kami makin sempurnakan menjadi konstruksi jaring rusuk beton pasak vertikal. Dan ini telah kami patenkan,” jelas Ryantori saat berdiskusi dengan sejumlah awak media, di salah satu lokasi Jalan Sudirman, Bukittinggi, Rabu (08/08).

Konstruksi sarang laba-laba merupakan sistem fondasi pertama dan satu-satunya di dunia yang terbukti menyelamatkan bangunan yang didukungnya pada gempa berkekuatan 9,3 SR dengan ratio keberhasilan 100 persen. Selain itu, KSLL merupakan sistem konstruksi fondasi pertama di dunia yang mampu memaksa tanah untuk berfungsi struktur, tetapi massa tanahnya tidak menjadi beban dari struktur.

“Sistem konstruksi ini sudah kami terapkan pada 65 bangunan di kota Padang sebelum tahun 2009 lalu. Alhasil, setelah terjadi gempa dahsyat tahun itu, ke 65 bangunan tersebut tidak roboh. Dan kini sudah ada sekitar 150 bangunan yang menggunakan sistem ini dan tentu saja bekerjasama dan atas izin dari kami, sebagai pemegang hak patennya,” ungkapnya.

Ryantori menambahkan, KSLL yang kini disempurnakan menjadi konstruksi jaring rusuk beton pasak vertikal (JRBPV) merupakan konstruksi ramah gempa. “Bukan anti gempa. Karena anti gempa itu artinya melawan gejala alam. Sementara konstruksi ini ramah gempa dan aman untuk bangunan yang dibangun hingga 8 lantai,” tegasnya.

Pondasi, menjadi kunci daro kokohnya setiap bangunan. Ryantori juga menyatakan kesediaannya untuk membantu pihak manapun untuk menggunakan sistem yang ia konsep, sesuai izin resmi dari pihaknya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top