Dinas Pertanian Agam

Distan Agam Maksimalkan Sosialisasi Bahaya Rabies

Lubukbasung, kaba12.com — Dinas pertanian Agam maksimalkan sosialisasi bahaya penyakit rabies di seluruh wilayah kabupaten Agam.

Selain sosialisasi menggunakan media luar ruang, saat ini Distan Agam targetkan anak-anak sekolah dasar sebagai objek sosialisasi.

Seperti dijelaskan Arief Restu, Kadistan Agam menjawab kaba12.com di Lubukbasung.

Disebutkan, sosialisasi bahaya penyakit rabies untuk murid SD, ditengarai lebih efektif dan efisien karena jalaran informasi dari anak-anak justru lebih cepat dan mengena

Disebutkan, sosialisasi yang secara intensif dilakukan pihaknya di berbagai moment tersebut terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit rabies, khususnya pada anak-anak usia sekolah.

Bahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan jajaran terkait di Disdikbud. Agam, dimana untuk tahap awal, sosialisasi bahaya penyakit rabies tersebut diberikan pada anak-anak di 52 SD yang tersebar di Kabupaten Agam.

Arief Restu menambahkan, keterlibatan anak-anak sekolah dasar sosialisasi edukasi zoonosis, khususnya bahaya penyakit rabies, diharapkan bisa memperluas informasi bahaya rabies serta cara penanggulangannya.

Alasannya, selain anak-anak mudah berkomunikasi dan menyampaikannya pada temannya, resiko serangan gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) justru banyak menyasar pada anak-anak, “anak-anak justru paling beresiko terkena gigitan HPR seperti anjing,” jelas Arief.

Disebutkan, rabies merupakan penyakit menular hewan yang dapat ditularkan kepada manusia dengan dampak yang sangat serius, bahkan bisa berujung kematian bila tak ditangani dengan baik dan benar.

Dilain pihak, Pemkab Agam, sebutnya, berupaya menekan kasus rabies dengan mengoptimalkan vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kera dan lainnya, dengan menurunkan petugas ke lapangan.

Masyarakat diminta membawa hewan peliharaannya dan berkumpul disuatu tempat untuk divaksin petugas.

Terkait dengan kasus rabies di Kabupaten Agam, data, tahun 2017 tercatat sebanyak 143 kasus gigitan dari hewan pembawa rabies (HPR) dan positif rabies 6 kasus. Sedang, data hingga Juni 2018, HPR terjadi sebanyak 94 kasus gigitan HPR.

Ditegaskan Arief Restu, pihaknya secara intensif melakukan berbagai langkah untuk menekan kasus rabies tersebut, termasuk memaksimalkan sosialisasi di berbagai lini, termasuk kepada anak-anak sekolah dasar, karena anak-anak justru lebih aktif menyerab informasi tentang rabies.

Bahkan Arief Restu menyebutkan, seluruh elemen masyarakat juga harus memahami cara penanganan luka akibat gigitan hewan penular rabies (HPR) yang benar dan segera melaporkan jika ada kasus gigitan pada petugas terkait.

(Ardi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top