alterntif text

Kaba Terkini

Bupati Agam Sesalkan Kasus SMKN 2. Mesti Jadi Catatan Penting

Lubukbasung, kaba12.com — Bupati Agam sesalkan kasus yang terjadi di SMKN 2 Lubukbasung terkait dengan anak-anak ujian di lapangan karena terlambat masuk sekolah saat ujian berlangsung.

Termasuk adanya isu hal itu dikaitkan dengan masalah keterlambatan pembayaran sumbangan sekolah.
Hal itu mesti catatan penting dalam proses belajar mengajar di seluruh sekolah yang ada di kabupaten Agam karena masih banyak solusi dan opsi lain yang lebih relevan jika anak-anak melakukan hal-hal diluar aturan yang ditetapkan.

Hal itu ditegaskan bupati Agam melalui Sekab Agam H.Martias Wanto Dt.Maruhun kepada kaba12.com di ruang kerjanya Kamis,(7/12).

Disebutkan Sekab Agam, pihaknya sudah melaporkan masalah itu pada gubernur Sumbar karena kewenangan SLTA sepenuhnya berada di tangan propinsi,” bahkan kami sudah meminta izin untuk membantu mencari solusi sekaligus mengklarifikasi masalah yang berkembang,” jelas Sekab Agam itu.

Namun, karena kasus itu terjadi di kabupaten Agam, pihaknya mencoba mencari solusi dan mengklarifikasi masalah yang terjadi karena hal itu juga terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Dijelaskan Martias Wanto, menyikapi informasi yang berkembang, bupati sangat kecewa dengan bentuk sangsi yang diberikan pada anak-anak yang terlambat datang mengikuti ujian disuruh ujian di lapangan basket dengan duduk bersila.

Dijelaskan Martias Wanto terkait dengan masalah itu, dengan meminta maaf pada gubernur dan wakil gubernur, pihaknya sudah meminta klarifikasi pada pihak SMKN 2 Lubukbasung, bersama kepala SMKN 2 Zulhatman didampingi para wakil kepala sekolah untuk meminta penjelasan atas kasus tersebut.

Dari penjelasan Zulhatman, diperoleh penjelasan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat saat kejadian, Rabu,(6/12) karena sedang mengikuti raker di Padang sejak Senin,(4/12).

Sementara tindakan menginstruksikan ujian di lapangan basket tersebut, diakui sebagai hal yang kurang layak dan disepakati, hal itu akan menjadi catatan khusus untuk dibenahi.

” Sebenarnya ada opsi-opsi lain yang bisa dilakukan untuk memberi sangsi terhadap anak-anak yang terlambat masuk dan hal itu disebutkan akan dilakukan koreksi serta pembenahan ke dalam,” sebut Martias Wanto.

Sekab Agam itu juga meluruskan bahwa kasus anak-anak yang mengikuti ujian di lapangan basket itu tidak ada kaitan dengan soal iyuran komite.

” Itu sepenuhnya karena anak-anak itu terlambat datang saat jam ujian sudah dimulai, dan mungkin saja ini sebagai sangsi, dan itu hanya berlangsung selama 1 mata ujian pertama, setelah itu kembali ke kelas,” jelasnya.

Disisi lain, bupati Agam berharap kasus itu menjadi catatan dan pengalaman berharga, tidak hanya bagi SMKN 2 Lubukbasung tapi seluruh sekolah yang ada di kabupaten Agam,” kita berharap hal-hal seperti itu tidak terulang, dan kami sudah sampaikan pada pihak sekolah setelah melapor pada unsur pimpinan pemerintahan di Pemprov Sumbar,” tegas Martias Wanto lagi.

Kasus siswa ujian di lapangan basket di SMKN 2 Lubukbasung Rabu,(6/12) menjadi perbincangan hangat masyarakat yang justru menyesalkan hal itu bisa terjadi.

(Harmen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top